Jokowi Minta Ulama NU Bantu Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Jokowi Minta Ulama NU Bantu Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19.(FOTO: ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A)

IDTODAY NEWS – Presiden Joko Widodo meminta keluarga besar Nahdatul Ulama ( NU) mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada puncak peringatan hari lahir ke-98 NU pada Sabtu (27/2/2021) malam

Bacaan Lainnya

“Kami mohon dukungan para ulama dan keluarga besar NU untuk ikut membantu pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi (Covid-19) nasional kita,” ujar Jokowi dalam tayangan video yang disiarkan NU Channel, Sabtu malam.

Baca Juga: Said Aqil Siradj Usul Jokowi Instruksikan PNS hingga Pengusaha Keluarkan Zakat 2,5 Persen

“Dan mohon bantuan untuk memberikan informasi (vaksinasi) yang akurat kepada umat. Apalagi sekarang ini PBNU telah memiliki TV NU yang jaringannya sangat luas,” lanjutnya.

Menurut Jokowi, televisi milik NU itu dapat dijadikan sarana dakwah yang menyejukkan bagi seluruh umat dan masyarakat Indonesia.

Selain itu, dapat memperkuat toleransi dan persaudaraan serta membangkitkan optimisme dalam menghadapi setiap tantangan.

Baca Juga  Ini 5 Nama Kapolri yang Disetor ke Presiden Jokowi, Ada Boy Rafli dan Listyo Sigit

Lebih lanjut kepala negara menjelaskan, Indonesia telah mampu bergerak cepat dalam mengupayakan ketersediaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, saat ini vaksin Covid-19 sedang diperebutkan 215 negara di dunia.

“Kita juga menjadi salah satu negara yang melakukan vaksinasi paling awal di Asia Tenggara,” tambahnya.

Baca Juga: Industri Miras Dibuka, Syarief Hasan: Pemerintah Kehilangan Arah Mengelola Negara

Sumber: kompas.com

Pos terkait