Jokowi Pernah Janji Buyback, Merger Indosat-3 Malah Bikin Saham RI Berkurang

  • Bagikan
Jokowi Pernah Janji Buyback, Merger Indosat-3 Malah Bikin Saham RI Berkurang
Presiden Joko Widodo membacakan sumpah saat pelantikan presiden dan wakil presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10/2019). Foto: AFP /ROMEO GACAD

IDTODAY NEWS – Perusahaan telekomunikasi yang saham-nya pernah dijanjikan Jokowi akan dibeli lagi (buyback), PT Indosat Tbk (ISAT), mengikat kesepakatan untuk merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia). Salah satu konsekuensi dari merger itu, saham Pemerintah Indonesia akan makin berkurang.

Janji Jokowi membeli balik saham Indosat, diungkapkan pada debat Pilpres 2014. Saat itu Jokowi menjawab pertanyaan dari penantangnya, calon presiden Prabowo Subianto, soal langkah yang akan diambil terhadap Indosat.

Baca Juga  Ubah Haluan Politik, Megawati Ingin Jokowi Ikut PDIP Dukung Puan di Pilpres 2024

“Ke depan harus kita buyback saham Indosat, ambil kembali saham jadi milik kita sendiri. Oleh karena itu, ke depan pertumbuhan ekonomi kita harus di atas 7 persen,” kata Jokowi.

Sebelumnya pada 2002 di masa pemerintahan Presiden Megawati, saham operator telekomunikasi nasional itu dijual ke SST Telecom Ltd, Singapura. Padahal menurut Prabowo, saat itu Indosat memiliki peran strategis, karena punya dua posisi geostasioner di atas wilayah udara.

Baca Juga  Sri Mulyani Ungkap Strategi Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pangan RI

Belakangan, SST Telecom Ltd menjual lagi saham mereka ke Ooredo, Qatar. Sementara janji buyback saham Indosat itu sendiri, hingga kini belum terealisasi. Demikian juga pertumbuhan ekonomi 7 persen, yang disebut Jokowi jadi prasyarat untuk pembelian balik saham tersebut.

Saham Pemerintah RI di Indosat Berkurang Lagi

Bahkan kini, merger Indosat dengan 3 (Tri) akan membuat saham Pemerintah Indonesia berkurang lagi. PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredo sepakat merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia).

Baca Juga  Indonesia Tidak Bisa Restart Dan Rebooting Seperti Yang Disampaikan Jokowi, Solusinya Reshuffle!

Kesepakatan itu akan dieksekusi, setelah masing-masing induk usaha yaitu Ooredoo Q.P.S.C. dan CK Hutchison Holdings Limited memberikan restu atas aksi korporasi tersebut. Salah satu konsekuensinya, saham Pemerintah Indonesia di Indosat akan berkurang lagi.

Dalam bahan paparan yang disampaikan Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha, porsi saham pemerintah di ISAT berkurang dari 14,3 persen saat ini menjadi 9,6 persen saat kedua perusahaan resmi merger.

Baca Juga  RI Masuk 10 Besar Negara dengan Utang Luar Negeri Terbesar di Dunia

Menurut Senior Vice President Corporate Communications Indosat Ooredoo, Steve Saerang, porsi saham pemerintah menjadi 9,6 persen masih perkiraan. Sebab masih akan ada rapat pemegang saham mengenai detail kepemilikan saham akibat aksi korporasi ini.

“Nanti akan ada penjelasan tersendiri. Sekarang masih proses approval, nanti setelah itu kita akan kami berikan informasi lagi,” katanya usai konferensi pers merger Indosat dan Tri di Gedung Indosat, Jakarta, Jumat (17/9).

Baca Juga  Minta Tak Berlebihan Tanggapi Mural 'Jokowi 404: Not Found', Fadli: Katanya Demokrasi

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan