Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi Singgung Sense of Crisis, Kerja Sejumlah Menteri Dipertanyakan

IDTODAY NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan para pimpinan kementerian/lembaga terkait sense of crisis di masa pandemi COVID-19. Pimpinan Kementerian/Lembaga dan para menteri pun dipertanyakan kerjanya.

Hal itu diungkapkan Pakar ilmu politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio atau Hensat. Ia menilai menteri di deretan kabinet Jokowi kerap kali memberikan pernyataan atau sikap yang tidak etis bertentangan dengan situasi pandemi COVID-19.

“Sense of crisis itu penting ya karena akhir-akhir ini kita bisa melihat banyak menteri-menteri Jokowi yang kelihatannya jalan sendiri bahkan bertentangan dengan apa yang dilakukan Pak Jokowi, misalnya pada saat Pak Jokowi blusukan gitu ya, itu sementara ada Pak Menko yang nge-tweet nonton sinetron, terus menterinya ada yang di luar negeri ketawa-ketawa, terus ada juga menteri yang ada di negara lain juga,” kata Hensat, saat dihubungi, Sabtu (17/7/2021).

Baca Juga  Gandeng Otto, Moeldoko Beri ICW Waktu 1x24 Jam Buktikan Tudingan soal Rente Ivermectin

Ia mengkritik kebijakan beberapa menteri justru dinilai kurang memiliki kepekaan terhadap pandemi COVID-19. Contohnya ada menteri yang melontarkan pernyataan kontroversial di tengah masa PPKM darurat.

“Jadi sebetulnya ada beberapa negeri yang di luar negeri, ada juga menteri yang marah-marah mau mindahin ASN, terus Menteri Sosial-nya ini bikin dapur umum programnya kelas wali kota penanggulangan banjir, nah itu jadi penting itu sense of crisis itu. Sekarang kan kondisinya belum membaik, itu jadi memang apa yang disampaikan Pak Jokowi kemarin sangat valid,” ujarnya.

Baca Juga  Pengumuman Sri Mulyani Mempermalukan Presiden Joko Widodo

Lebih lanjut, Hensat juga mempertanyakan kemana pimpinan kementerian dan lembaga lainnya karena seperti tidak terlihat kinerjanya. Sebab sosok menteri yang muncul di publik dinilai hanya itu-itu saja.

“Tapi saya mau kasih pesan gini juga, menteri Pak Jokowi itu kan ada 34 ya, terus kepala lembaga yang dilantik presiden ada 15 atau lebih sementara yang muncul ke warga ke masyarakat terlihat langsung tindakannya dalam penanganan COVID-19 itu ya paling cuma 10, yang lain kemana?” tanya Hensat.

Baca Juga  Christ Wamea: Sebenarnya ini Menteri Urusan Radikalisme atau Menteri Agama?

“Nah menurut saya Pak Jokowi sudah mencontohkan kemarin dia sendiri blusukan. Jadi ayo keluar semua para menteri, para kepala lembaga, para pejabat pemerintah dengan melaksanakan protokol ketat mari bantu rakyat. Itu hal yang sama juga untuk kepala daerah dan angggota MPR,” katanya.

Hensat mengaku situasi tersebut justru memprihatinkan karena menteri Jokowi dinilai jalan sendiri. Oleh sebab itu Jokowi mengingatkan agar semua pihak bersatu melawan pandemi.

Baca Juga  Sindiran Ustadz Tengku Zulkarnain ASN yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar

“Jadi salah satu yang memprihatinkan menurut saya juga ini persepsi yang saya lihat menterinya Pak Jokowi itu jalan sendiri-sendiri itu, makanya yang diingatkan Pak Jokowi itu semuanya seolah-olah akibat menteri yang jalan-jalan sendiri-sendiri itu, yang keluar negeri itu kan sangat menohok,” imbuhnya.

Menteri Diminta Fokus Tangani Pandemi

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai sikap Presiden Jokowi yang mengingatkan terkait sense of crisis di masa pandemi COVID-19 artinya para menteri diminta fokus dulu menangani corona di dalam negeri. Sebab menurutnya ada beberapa menteri yang seolah-olah tidak kelihatan kerja.

Baca Juga  Wapres Maruf Amin Minta Ulama Jaga Umat Dari Wabah

“Yang penting kalau di sini kerja, kan nggak kelihatan menteri yang lain kerja, karena yang kelihatan kerja kan ada Pak LBP, Pak Menkes, ada Menlu, ada Menteri BUMN yang lain nggak tahu kerja. Ada yang nonton sinetron, ada yang marah-marah di dapur umum,” ungkap Agus, saat dihubungi terpisah.

Menurutnya, Jokowi menginginkan semua pihak fokus terhadap penanggulangan pandemi Corona. Serta mengesampingkan hal lain yang dianggap tidak berkaitan.

Baca Juga  Sama-sama Miliki Nama Belakang ‘Shihab’, Apa Hubungan antara Najwa Shihab dan Habib Rizieq Shihab?

“Jadi presiden hanya perlu semua menteri konsentrasi bagaimana nanggulangi ini. Jadi jangan urusan lain itu sudah belakangan saja, katanya kan mau menjemput investor atau apa lah, itu nggak usah dulu nanti dulu, mikirin dulu,” imbuhnya.

Jokowi Ingatkan Sense of Crisis

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan terkait sense of crisis di masa pandemi COVID-19. Peringatan ini disampaikan Jokowi kepada seluruh pemimpin, termasuk anggota kabinetnya.

Baca Juga  Syaifullah Tamliha: Idealnya, Calon Panglima TNI Diajukan Tiga Bulan Sebelum Masa Pensiun

“Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada,” kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dalam pernyataan pers, Jumat (16/7/2021).

Atas hal itu, Jokowi melarang seluruh menteri dan kepala lembaga bepergian ke luar negeri. Larangan itu dikecualikan untuk Menteri Luar Negeri.

“Yang boleh bepergian ke luar negeri hanya Menteri Luar Negeri karena memang sesuai dengan bidang tugasnya. Yang lainnya kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapatkan izin secara langsung dari Bapak Presiden,” ujar Pramono.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan