Jokowi Tak Balas Surat AHY, PDIP: Sangat Tepat!

  • Bagikan
Jokowi Tak Balas Surat AHY, PDIP: Sangat Tepat!
Presiden Joko Widodo (Foto: Setpres)

IDTODAY NEWS – Istana menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan membalas surat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dugaan keterlibatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam upaya kudeta AHY pun tidak direspons Jokowi.

Menanggapi itu, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pereira menyebut bahwa langkah yang dipilih Presiden untuk tidak membalas surat tersebut sangatlah tepat.

Baca Juga  Ivermectin-Moeldoko Diduga Terafiliasi, Natalius Pigai: Menari Di Atas Ribuan Mayat Untuk Revolusi Nguntal

“Jawaban presiden melalui Mensesneg atas pertanyaan Ketum PD AHY atas pertanyaan keterlibatan Moeldoko dalam kasus upaya meng-KLB kan Partai Demokrat, adalah sangat tepat,” kata Andreas kepada wartawan, Sabtu (6/2/2021).

Dia menuturkan, melalui pernyataan Mensesneg Pratikno, hal tersebut sudah terjawab, karena perihal Kongres Luar Biasa (KLB) merupakan urusan internal partai. Sehingga, sambung Andreas, upaya Partai Demokrat untuk menarik opini bahwa pemerintah Jokowi melakukan praktik politik intervensi gaya orde baru gagal.

Baca Juga  Pangi Chaniago: Realitas PDIP akan Ditaklukkan Survei

“Dengan jawaban tersebut gagalah upaya PD untuk menarik-narik seolah-olah pemerintahan Jokowi mempraktikan politik intervensi pemerintah pada Parpol sebagaimana upaya “framing opini” Jokowi mempraktikan politik interveni Orde Baru pada kasus PD yang dikembangkan oleh Andi Mallarangeng,” ucapnya.

Lebih jauh dia menjabarkan, dari kasus ini, setidaknya ada beberapa pelajaran yang dapat diambil. Pertama kata dia urusan internal partai semestinya jangan di bawa ke ruang publik karena dinilai tak bermanfaat.

Baca Juga  Gatot Nurmantyo Ungkap PKI Gaya Baru, PDIP Sebut Fitnatu Asyaddu Minal Qotli

“Tidak ada manfaatnya, justru hanya mencerminkan kerapuhan kepemimpinan internal parpol,” tuturnya.

Pelajaran kedua, kata dia, melakukan framing opini yang diluar konteks, sudah tidak laku lagi menjadi jualan politik. Menurutnya, masyarakat dan media semakin kritis, sehingga menempatkan framing opini seperti mensejajarkan pemerintayan Jokowi rengan rezim Orde Baru, terasa tidak masuk akal.

“Masyarakat tentu berharap parpol lebih profesional lagi sehingga siapapun atau apapun parpolnya ke depan pandai-pandailah mengelola rumah tangga masing-masing, sehingga enerji bangsa bisa lebih terkonsentrasi menyelesaikan persoalan bangsa yang lebih besar,” ungkapnya.

Baca Juga  Soal Defisit APBN Rp 1.000 Triliun, Pengamat: Sri Mulyani Aman Jadi Menteri Karena Punya Jaringan Utang

Diberitakan sebelumnya, Surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak perlu dijawab. Surat tersebut mengenai adanya pejabat tinggi pemerintah yang berupaya mengkudeta kepemimpinan Demokrat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, persoalan yang disampaikan oleh AHY merupakan persoalan internal Demokrat. Partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memiliki mekanisme internal untuk menyelesaikan pesoalan partai.

Baca Juga  Rachmawati Soekarnoputri Meninggal karena Covid-19

“Kami sudah menerima surat itu dan kami rasa tidak perlu menjawab karena perihal dinamika internal partai,” ujar Pratikno di Jakarta, Kamis 4 Februari 2021.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tak Balas Surat AHY soal Kudeta Demokrat, PDIP Nilai Langkah Tepat

Sumber: okezone.com

  • Bagikan