Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Kemenko Marves

Kalau Publik Cari Capres yang Punya Kapasitas, Kemampuan, dan Bukti Kerja, Jawabannya adalah LBP

IDTODAY NEWS – Pengamat Politik, Adi Prayitno mengatakan menilai bahwa Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) adalah sosok yang tepat untuk menjadi Calon Presiden (Capres) 2024.

Hal itu karena, menurut Adi Prayitno, Luhut Binsar Pandjaitan adalah sosok yang memiliki kapasitas, kemampuan, dan bukti kerja.

Ia mengatakan itu saat menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai ketua tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Baca Juga  Isu Menteri Pengkhianat Jokowi, Arief Poyuono Ngaku Sudah Kantongi Nama

Adi mengaku tak heran jika Jokowi kerap mengandalkan Luhut dalam urusan strategis dan yang sangat penting.

Ia juga menilai bahwa Luhut memang kerap menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.

“Kalau publik cari capres 2024 yang punya kapasitas, kemampuan, dan bukti kerja, jawabannya adalah LBP,” katanya pada Selasa, 21 September 2021, dilansir dari JPNN.

“Tak heran jika beberapa waktu lalu ada poster LBP for RI 1,” sambungnya.

Baca Juga  Mesra Banget, Denny Siregar Unggah Foto Abu Janda Menunjuk, Natalius Pigai Nepuk Pundak

Adi menyoroti, pemberian tugas baru sebagai Ketua Gernas BBI tersebut tentunya menambah rentetan jabatan yang diemban Luhut.

Sebelumnya, Luhut juga dipercaya Jokowi menjadi Wakil Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Selain itu, ia juga ditunjuk menjadi Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Adi Prayitno mengatakan bahwa urusan penting di negara ini akan beres jika dikerjakan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga  Tanggapi Luhut soal Kasus Covid-19, Susi: Katanya Kemarin Terkendali

Bahkan, ia mengatakan bahwa jika ada sepuluh atau lima bela orang seperti Luhut, maka Presiden tak perlu membuat banyak kementerian.

“Cukup beberapa kementerian strategis saja tetapi bisa urus banyak hal. Lebih efektif, efisien, hemat, dan kerja maksimal,” kata Adi Prayitno.

Sumber: terkini.id

Tinggalkan Balasan