“Misalnya, Gatot mau jadi presiden, Rizal Ramli mau jadi presiden, Din Syamsuddin mau maju juga jadi Capres, ya kacau balau lah. Enggak ada persatuannya itu. Nah, tantangannya ada di situ sebetulnya,” jelas pengajar di Universitas Paramadina ini.

Hendri menyebutkan bahwa KAMI memiliki banyak figur potensial dengan karisma dan pesonanya masing-masing yang tidak bisa dibilang kecil. Walaupun bicara kans menjadi presiden, kemungkinannya tidak besar.

Baca Juga  Henry Subiakto Sebut Agamanya Tak Jelas, Rocky Gerung: Jabatan Professor Tapi Kelakuan Kompresor

“Kalau ditanya siapa yang punya kans jadi presiden? Dari tokoh-tokoh kemarin, kecil semua kemungkinannya. Alasannya satu saja, mereka tidak punya partai. Kalau ada yang mau maju jadi presiden dari sekarang, ya harus punya partai dulu,” tutur Hendri.

Namun demikian, Hendri memandang kehadiran KAMI ini baik untuk Indonesia dan alam demokrasinya. Sebab, gerakan seperti ini sebenarnya bukan hal baru karena sudah banyak organisasi serupa yang tumbuh d masyarakat untuk menyalurkan aspirasi pada pemerintah.

“Apakah ini (KAMI-red) menjadi hal baik untuk Indonesia, iya. Bagus untuk demokrasi. Mudah-mudahan bagus untuk selanjutnya,” tandas Hendri.

Sumber: fajar.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan