Kasus 6 Laskar Dibawa ke ICC, Refly Harun Kritik Komnas HAM

Kasus 6 Laskar Dibawa ke ICC, Refly Harun Kritik Komnas HAM
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, saat berkunjung ke kantor VIVA.co.id di Jakarta. (Foto: VIVA/Dhana Kencana)

IDTODAY NEWS – Tim advokasi kasus penembakan enam laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) menyebut kasus tersebut telah dilaporkan dan diterima oleh International Criminal Court (ICC) atau pengadilan internasional di Den Haag, Belanda.

Terkait hal ini, pakar hukum tata negara Refly Harun merespons. Refly membahasnya di akun YouTube resminya. Menurut Refly, hal ini dilakukan karena ada kekecewaan beberapa pihak terhadap hasil atau kinerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam kasus ini. Refly memandang dan mengkritik Komnas HAM yang terkesan seperti jurnalis dalam kasus ini.

Bacaan Lainnya

“Karena, sebenarnya pengaduan ke pengadilan internasional itu lebih pada kekecewaan beberapa pihak terhadap hasil atau kinerja dari Komnas HAM, karena terkesan Komnas HAM itu seperti jurnalis yang berusaha netral antara pihak FPI dan aparat keamanan,” kata Refly seperti dikutip dari akun YouTube-nya, Minggu 24 Januari 2021.

Refly menilai, seharusnya Komnas HAM menjadi lembaga yang memastikan negara menghargai dan melindungi HAM masyarakatnya. Kemudian, Komnas HAM juga harus melihat sejauh mana negara serius melakukan perlindungan HAM dan tidak melanggar HAM. Dalam kasus ini, kata Refly, Komnas HAM harusnya bukan jadi wasit.

Baca Juga  Slamet Ma'arif Diperiksa Polisi, PA 212 Berdalih Aksi 1812 Dilindungi UUD 45

“Jadi dia (Komnas HAM) bukan wasit yang menengahi pertikaian antara FPI dan aparat keamanan karena tidak relevan karena FPI adalah society, sementara aparat keamanan adalah state. Jadi, bukan horizontal hubungannya tapi vertikal. Karena hubungannya vertikal, itulah Komnas HAM bukan jadi penengah tapi penyangga antara state dan society agar negara tidak mudah menindas HAM,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, soal upaya tim advokasi ke pengadilan internasional itu semua tergantung pada pihak pengadilan internasional. Dimulainya investigasi adalah hak pihak pengadilan internasional meski laporan sudah diterima.

“ICC itu mekanismenya bukan filing case kemudian akan ada investigasi. Jadi investigasi itu terserah pihak ICC, mereka akan melakukan investigasi,” kata dia lagi.

Baca Juga: Ambroncius Nababan Sandingkan Foto Natalius Pigai dengan Gorilla, Nico Silalahi: Rasis Jahanam

Sumber: viva.co.id

Pos terkait