Kasus Covid Berbanding Lurus Dengan Korupsi Bansos, “Korupsi Nggak Ada Vaksinnya”

Kasus Covid Berbanding Lurus Dengan Korupsi Bansos, “Korupsi Nggak Ada Vaksinnya”
Foto/regionalsulawesi.id

Oleh: Fery (Pengamat Sosial Politik).

Sulawesi Selatan- Terhitung per januari 2021 kasus covid meningkat mencapai 1 juta kasus di seluruh Indonesia melansir informasi dari WHO dan Satgas Covid Indonesia.

Bacaan Lainnya

Kenaikan data covid berbanding lurus dengan kasus korupsi bantuan sosial untuk masyarakat selama pandemi covid ini baik itu bantuan tunai langsung ( BLT ) maupun bantuan sembako.

Korupsi bantuan sosial ini menjadi klaster besar korupsi di Indonesia setelah infrastruktur, korupsinya terstruktur mulai dari pusat hingga menerobos desa-desa.

Korupsi bansos seakan-akan menjadi sebuah ladang basah para elit untuk meraup keuntungan, di tengah-tengah terlilitnya ekonomi masyarakat kecil khususnya.

Vaksinasi pertama telah di lakukan, di mulai pada 13 Januari 2021 yang di ikuti oleh Presiden Joko Widodo dan di ikuti oleh beberapa tokoh aparat Kepolisian-TNI, Tokoh Muda, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Jika covid masih dapat dikendalikan dengan menjaga jarak dan dicegah dengan vaksin, lalu bagaimana proses pengendalian korupsi yang terjadi? Maka dari itu sebaiknya tim “Satgas Covid” KPK dapat berjalan untuk proses “vaksinasi” demi menghindari adanya dugaan penggelapan atau perdagangan vaksin, karena seperti yang disampaikan presiden, bahwa vaksin akan di bagikan secara gratis. (*)

Pos terkait