IDTODAY NEWS – Hingga detik ini kasus dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik yang dilakukan Denny Siregar, belum ada tindak lanjut yang berarti. Sejak dilimpahkan ke Polda Jawa Barat, pelapor justru tidak menerima sama sekali perkembangan kasus tersebut. Bahkan, sampai saat ini, tidak sekalipun Denny Siregar dipanggil pihak berwajib untuk diperiksa atas kasus hukum yang menjeratnya.

Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengaku, pesimistis kasus Denny Siregar tersebut bakal ditindaklanjuti. Sehingga, tidak ada harapan bagi kasus kasus yang dilakukan oleh mereka akan diproses.

Baca Juga  Kabareskrim Tunggu Surat Komnas HAM Soal Autopsi Ulang Jenazah Laskar

“Negara kita tengah sakit keras termasuk aspek law enforcement,” tegas Munarman saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (27/8).

Menurut Munarman, bermunculannya para penista agama yang semakin massif dan terang-terangan ini adalah indikasi

dari kelemahan penegakan hukum. Sebagai negara hukum, seharusnya berbagai penistaan agama tersebut harus diperlakukan sebagai kriminal dan penjahat yang berbahaya, karena akan menimbulkan gesekan sosial yang makin tajam.

Baca Juga  Ngabalin: Apapun Namamu, Tidak Ada Tempat di Republik Ini

“Kita merasakan bersama sejak beberapa tahun terkahir, ada ketimpangan dalam proses penegakan hukum. Oleh karena perlu pembenahan besar besaran dalam aspek ini,” keluh Munarman.

Munarman berpendapat, bahwa para penjahat agama tersebut bermunculan dari kebodohan dan kedunguan. Bahkan, secara sengaja menginginkan terjadinya benturan sosial berbasiskan agama. Oleh karena itu, jika memang benturan sosial berbasis agama tidak diinginkan terjadi maka harusnya pihak berwajib memprorses kasus Denny Siregar secara serius.

Sebelumnya, seperti diberitakan Republika.co.id, pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya, ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani mengaku, belum menerima perkembangan kasus dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaraan nama baik yang dilakukan Denny Siregar sejak dilimpahkan ke Polda Jabar.

Baca Juga  FPI Sebut 18 Lebih Luka Tembak pada 6 Laskar, Polri: Kami Berdasarkan Ahli

Padahal sebagai pelapor, Ahmad Ruslan menilai, berhak menerima perkembangan kasus itu. Menurutnya, seharusnya pihak Polda Jabar bersikap terbuka terkait penanganan kasus hukum Denny Siregar. Sebagai pelapor, Ruslan ingin mengetahui sampai sejauh mana kasus itu berjalan.

Sumber: republika

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan