Viral Azan Jihad di Markas FPI, Polisi Langsung Bertindak, Siap-siap aja
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers mutasi Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat, Senin (16/11/2020)(Foto: pojoksatu.id)

Kasus Penembakan Laskar FPI Diambil Alih Mabes Polri, Kenapa?

IDTODAY NEWS – Kasus bentrok antara polisi dan anggota Front Pembela Islam (FPI) diambil alih oleh Mabes Polri. Dalam peristiwa itu diketahui enam laskar pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tewas ditembak polisi.

“Saat ini kasus tersebut sudah ditarik ke Mabes Polri,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa 8 Desember 2020.

Baca Juga  Ungkap Kebohongan BUMN, Said Didu: Uang Pajak Pembeli Masuk Laporan Keuangan Perusahaan

Kasus ini sebelumnya ditangani oleh Polda Metro Jaya. Mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya itu menjelaskan, alasan pengambilalihan tersebut.

Menurt Argo, hal ini dilakukan guna memastikan proses penyidikan kasus penembakan ini transparan dan profesional. Nantinya, penyidik yang menangani diawasi oleh Divisi Propam Polri.

Saat ini, Divisi Propam Polri telah membentuk tim khusus untuk mengawasi personel polisi yang menangani kasus tersebut.

Baca Juga  FPI Sebut 18 Lebih Luka Tembak pada 6 Laskar, Polri: Kami Berdasarkan Ahli

“Semua tindakan yang dilakukan oleh anggota dalam sidik dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh Divisi Propam. Semua itu dilakukan agar pengusutan kasus ini transparan. Kadiv Propam sudah membentuk tim,” kata Argo.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran menyebut anggota Korps Bhayangkara diserang sejumlah orang, Senin, 7 Desember 2020 dini hari tadi.

Penyerangan ini diduga ada kaitannya dengan rencana pemanggilan kedua Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab yang dilaksanakan hari ini.

Baca Juga  KAMI: Pembangunan Politik Telah Menyimpang Dari Sila Keempat

Kejadian ini terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Saat kejadian itu, ada satu unit yang bergerak. Dalam satu unit itu terdiri dari enam orang. Sementara itu, penyerangan dilakukan oleh mereka yang berjumlah sepuluh orang.

Dalam penyerangan ini, pelaku penyerangan sempat menyerang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Karena keselamatan anggota terancam, lanjut Fadil, akhirnya polisi melakukan tindakan. Anggota polisi menembak penyerang hingga membuat enam pelaku meninggal dunia.

Baca Juga  Aceh Bebas Bendera Bintang Bulan, TNI: Masyarakat Sadar Rawat Perdamaian

Baca Juga: Buntuti Korban, KontraS Duga Ada Niat Polisi Lakukan Penembakan 6 Laskar

Sumber: viva

Tinggalkan Balasan