Kata Polri Soal Laporan Terhadap Novel Baswedan

Kata Polri Soal Laporan Terhadap Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.(Foto: KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

IDTODAY NEWS – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan kepolisian tentu akan menindaklanjuti pelaporan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, ke Bareskrim karena dianggap melakukan ujaran hoaks atas meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata di Rumah Tahanan Bareskrim pada Senin, 8 Februari 2021.

Dalam cuitannya, Novel meminta aparat penegak hukum tidak keterlaluan terhadap tahanan. Kemudian, Novel dilaporkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa mitra Kamtibmas (PPMK), Joko Priyoski, pada Kamis, 11 Februari 2021.

Bacaan Lainnya

Rusdi mengatakan pada prinsipnya tugas pokok Polri adalah sebagai pelayan masyarakat. Sehingga, seluruh laporan masyarakat kepada kepolisian akan diterima dan dilayani oleh Polri.

“Termasuk juga laporan terhadap Novel Baswedan. Tentu ya ini kita terima, dan tentunya bagaimana Polri tindaklanjuti terhadap laporan yang disampaikan oleh warga masyarakat ini,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Minta Dikritik, Haikal Hassan Ingat Soal Rindu Didemo

Baca Juga  Prof Din Dilaporkan, Said Didu: Praktik Setelah Pemerintah Ngaku Butuh Kritik?

Namun, belum diketahui apakah laporan Joko bersama rekan-rekannya ditindaklanjuti atau tidak oleh Bareskrim Polri. Sebab, Joko belum memperlihatkan surat nomor tanda bukti lapor terhadap Novel atas cuitannya setelah Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata.

Sebelumnya diberitakan, penyidik KPK, Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim karena dianggap melakukan ujaran hoaks atas meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata di Rumah Tahanan Bareskrim pada Senin, 8 Februari 2021. Dalam cuitannya, Novel meminta aparat penegak hukum tidak keterlaluan terhadap tahanan.

Novel akan dilaporkan dengan sangkaan berita bohong sesuai Pasal 14, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008.

Di samping itu, Joko mengaku akan mengadukan juga Novel ke Dewan Pengawas KPK karena bukan kewenangannya sebagai penyidik mengomentari kematian Ustaz Maaher.

Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan merasa miris mendengar kabar meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Novel meminta supaya aparat penegak hukum tidak keterlaluan dalam menangani perkara yang notabene bukan extraordinary crime.

Baca Juga  AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi

Baca Juga: Politikus PKS Gugat Abu Janda: Apakah Dibayar dengan APBN?

Sumber: viva.co.id

Pos terkait