Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19

Kemenkes: Vaksinasi Penting untuk Kurangi Tingkat Keparahan dan Kematian Covid-19
Petugas Puskesmas Satelit, Bandar Lampung menyuntikkan vaksin covid-19 sinovac kepada tenaga kesehatan (nakes), Kamis (21/1/2021). Nakes menjadi prioritas vaksinasi tahap pertama di Lampung.(Foto: KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA)

IDTODAY NEWS – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin Covid-19 sangat penting diberikan terutama pada tenaga kesehatan.

Menurut dia, pemberian vaksin bisa mengurangi risiko terpapar dan juga kematian akibat Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Vaksinasi ini sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan, supaya kita bisa mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19,” kata Nadia dalam konferensi persnya, Sabtu (23/1/2021).

Nadia mengatakan, vaksin yang saat ini digunakan akan memberikan perlindungan manusia dan mengurangi risiko penularan hingga 30 persen.

Sedangkan tanpa perlindungan vaksin, risiko terpapar Covid-19 akan menjadi tiga kali lebih besar, dibanding orang yang mendapatkan vaksinasi covid 19.

“Sehingga penyakit Covid-19 yang kita alami tidak menjadi parah bahkan dapat mencegah kematian,” ujarnya.

Nadia juga mengingatkan bahwa saat ini sudah lebih dari 600 tenaga kesehatan meninggal dunia akibat Covid-19.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan.

Baca Juga  Ketua DPD RI: Pilkada Harus Damai, Kalau Ada Sengketa Gunakan Jalur Hukum

“Vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan risikonya,” ucap dia.

Adapun sampai Sabtu (23/1/2021) tercatat ada 172.901 tenaga kesehatan yang telah mengakses untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Namun dari total angka tersebut sebanyak 27.000 tenaga kesehatan batal ataupun ditunda penerimaan vaksinasinya.

Batal atau ditundanya pemberian vaksin pada temaga kesehatan itu disebabkan beberapa alasan.

Mulai dari tingginya tekanan darah saat proses screening, penyintas Covid-19 ataupun sedang menyusui.

Baca Juga: Selalu Disiplin Prokes, Masih Tertular Covid-19, Doni Monardo Ternyata Belum Divaksinasi

Sumber: kompas.com

Pos terkait