KLB Moeldoko Tuding AD/ART 2020 Abal-abal, Demokrat: Kok Baru Sekarang Dipermasalahkan
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, AD/ART Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres V Maret 2020 adalah sah. (Foto: SINDOnews)

KLB Moeldoko Tuding AD/ART 2020 Abal-abal, Demokrat: Kok Baru Sekarang Dipermasalahkan

IDTODAY NEWS – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, AD/ART Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres V Maret 2020 adalah sah.

Menurutnya, jika ada yang menyatakan aturan tersebut abal-abal, maka hal itu hanya upaya manipulasi semata. “Sudah pasti itu ya akal-akalan mereka aja. Mereka itu kan sangat manipulatif dan intimidatif,” kata Herzaky kepada MNC Media, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga  Andi Arief: Baru Ada di Republik Ini, Kepala Staf Presiden Sangat Militan Mau Rebut Partai Orang

Dia pun merasa bingung dengan orang-orang yang menggelar KLB Deli Serdang. Pasalnya, orang-orang itu dinilai sangat berani mempertontonkan kebohongan di depan khalayak ramai.

“Saya enggak abis pikir kok berani banget, bohong di depan publik kayak gini,” ucapnya.

Baca Juga: Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas, HNW Singgung Titah Presiden Jokowi

Lantas dia mempertanyakan maksud dari pernyataan bahwa AD/ART Tahun 2020 tidak sah. Menurutnya, jika pada awalnya pihak-pihak tersebut tidak terima dengan produk yang dihasilkan oleh kongres, seharusnya mengajukan protes selepas kongres itu digelar.

Baca Juga  Demokrat Kritik Mahfud MD karena Mulai Suka Enggak Penting

Padahal kata dia, jika ada yang keberatan dengan hal itu dapat disampaikan saat permintaan pendapat dalam kongres. Selain itu, pihak-pihak yang tidak setuju seharusnya bisa melapor ke Kemenkumham sejak lama, bukan baru-baru ini.

“Bisa-bisanya mereka bilang tidak sah, mereka ada atau enggak di kongres itu? Kalau mereka enggak setuju dengan hasil itu ya seharusnya protes di kongres, kan ada mekanismenya,” tegasnya.

Baca Juga  Moeldoko: SBY Senior yang Saya Hormati

“Kalau enggak setuju juga mereka datang ke Kemenkumham waktu itu, ini nih hasil kongres tidak sah. Ini kan sudah disahkan oleh Kemenkumham, sudah hampir setahun, kemana aja? Ngapain aja kemarin,” pungkasnya.

Dia pun mempertanyakan kontribusi apa yang telah dilakukan oleh mereka yang menggelar KLB terhadap Partai Demokrat. Herzaky pun menyinggung ketika kondisi partai berlambang mercy ini tengah sulit, tak ada satupun kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut.

Baca Juga  MUI: Mimpi Kok Dipolisikan, Emangnya Tugas Polisi Mengamankan Mimpi?

“Saat sedang susah kemana ya mereka, kita butuh tenaga. Berapa banyak sih dari mereka yang ikut nyaleg atau ikut berjuang? Satu tahun kepengurusan AHY kemana mereka? Apa yang mereka lakukan, ada enggak komunikasi dan kontribusinya buat Partai Demokrat? Jangan hanya ngomong doang,” ucapnya.

Sebelumnya, Tim Hukum Partai Demokrat Razman Arif Nasution mengklaim telah menyerahkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Sumatera Utara kepada Kemenkumham. Dia menyebut laporan hasil kongres dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Dia menyebut laporan seharusnya diverifikasi satu sampai dua hari ke depan.

Baca Juga  Tidak Terima Disentil Rocky Gerung, Ali Ngabalin: Kenapa Ngana Kalap Banget Sih Rock?

“Untuk lapor melaporkan itu mestinya sore ini. Tapi saya masih verifikasi lagi. Dan Insya Allah paling lama satu dua hari ini,” katanya di Jakarta Selaran, Selasa (9/3/2021).

Lebih lanjut dia mengklaim ada 412 suara sah yang ikut dalam KLB Sumut. Meski begitu dia menyebut yang berhak menguji suara tersebut sah atau tidak ialah Kementerian Hukum dan HAM.

Baca Juga  Demokrat Peringatkan Pemerintah, Jangan Tilep Bantuan Bencana Seperti Bansos Covid-19

“Meraka yang akan lihat, verifikasi, AD ART-nya. Makanya dikembalikan ke AD ART 2005, karena AD ART 2020 abal-abal,” paparnya.

Baca Juga: Soal Kisruh Demokrat, Andi Arief: Kami Menganggap Menkum HAM dan Pak Jokowi Menikmati

Sumber: sindonews.com

Tinggalkan Balasan