Komentar Pedas Rizal Ramli Soal Surver Denny JA 99% Corona Tuntas Juni 2020

Rizal Ramli
Ekonom senior DR. Rizal Ramli/RMOL

IDTODAY NEWS – Masih ingat survei Denny JA soal corona beberapa waktu lalu? Pada April lalu, Denny JA merilis survei bahwa pandemi corona di Indonesia akan tuntas pada Juni 2020.

Denny tak sembarang melakukan survei. Kata dia saat itu, timnya melakukan riset dengan menggunakan beberapa sumber data yang berasal dari Worldometer dan Singapore University of Technology and Design yang terus memperbaharui perkembangan data kasus corona.

Bacaan Lainnya

Masih kata survei Denny JA, berdasarkan analisis data tersebut, Indonesia kemungkinan akan 99 persen terbebas dari virus corona bulan Juni tahun 2020.

Prediksi ini didasarkan pada jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami penurunan sejak pertengahan April.

“Katakanlah 1-3 minggu setelah Lebaran, Indonesia kembali akan hidup hampir normal, mengapa, karena vaksin belum ditemukan. Sehingga kita belum bisa klaim 100 persen ini tuntas. Secara umum tuntas 99 persen, bisa buat kehidupan kita normal kembali tapi kita berjumpa publik luas tetap dengan mematuhi protokol kesehatan,” kata dia saat itu.

Baca Juga  Terkuak, Kerendahan Hati Jokowi yang Bikin Hati Rizal Ramli Luluh

Lalu sekian bulan berlalu, apa yang terjadi malah sebaliknya. Bahkan di September ini angka positif corona di Indonesia mencapai 240 ribu. Kurva corona di Indonesia naik.

Belum lagi lahan pemakaman di Jakarta yang penuh, rumah sakit juga sempat kekurangan bed. Bahkan kasus harian corona mencapai rekor pada 19 September 2020 dengan 4.000 kasus.

Merujuk survei yang pernah dilakukan Denny JA soal Juni corona tuntas, kritik dan komentar pedas datang dari ahli ekonomi Rizal Ramli.

“Prediksi yang melesetnya sangat akurat seperti survei-survei yang kerap membohongi dan membodohi rakyat dan menina-bobokan pejabat. How low can you go?” kritik Rizal Ramli.

Yang bayar surveyor dan minta hasil bagus, percaya dari hasil ‘crooked survey’ itu dan menggunakannya sebagai alat propaganda kepada rakyat. Harus ada etika dan UU yang mengatur survei dan pollster. Kalau ndak, bisa jadi promotor of ‘public lies’

Rizal Ramli

Sumber: kumparan.com

Pos terkait