Komentari Pernyataan Sukmawati, Aktivis Tionghoa: Mempermalukan Trah Soerkarno

Sukmawati
Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri/RMOL

IDTODAY NEWS – Sukmawati Soekarnoputri baru-baru buat geger publik atas pernyataannya dalam sebuah acara yang disiarkan televisi nasional.

Putri dari Presiden pertama Soekarno itu menyampaikan informasi yang diterimanya dari para tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI).

Bacaan Lainnya

Sukmawati mengungkapkan jika Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak menolak ideologi Pancasila.

Bahkan, ia menyebut jika PKI dulu juga menganut ideologi Pancasila.

“Menurut senior tokoh PNI yang memberikan info atau ilmu, mereka mengatakan PKI tak menolak Pancasila. PKI ideologi apa sih? Ideologinya Pancasila. Itu dari tokoh senior yang sudah tak ada. Jadi kenapa jadi masalah,” ujar Sukmawati

Mendengar hal tersebut aktivis sekaligus tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma memberikan komentarnya terkait pernyataan tersebut.

Lieus menilai pernyataan budayawan, Sukmawati Soekarnoputri yang menyebut Partai Komunis Indonesia (PKI) dahulu menganut Pancasila, telah mempermalukan keluarga Presiden Pertama.

Lieus menyebut Sukmawati telah mempermalukan keluarga Presiden pertama RI Soekarno. Sebab komunisme adalah ideologi internasional dan jelas bukan Pancasila.

Baca Juga  Pak Jokowi Ingin Rakyat Indonesia Bahagia, Ada Kaitannya dengan UU Cipta Kerja

“Masak komunisme berideologi Pancasila, aneh-aneh aja, itu kan jelas keliru. Komunisme kan ideologi internasional,” ujarnya, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com pada artikel sindikasi WartaEkonomi.co.id dari RMOL.

Ia mengaku prihatin atas ucapan Sukmawati. Menurutnya, Sumawati telah mempermalukan trah Soekarno sebagai pendiri bangsa, yang juga penggali Pancasila.

Karena itu, dia berharap Sukmawati lebih berhati-hati dalam menyampaikan argumentasi.

“Sukmawati harusnya lebih hati-hati lah dia kan menyandang gelar Soekarnoputri. Itu kan sama saja mempermalukan trah Soekarno kalau bilang komunisme berideologi Pancasila,” katanya.

“Lagipula konsep Nasakom dulu itu beda dengan Pancasila,” imbuhnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Pos terkait