Kritik Utang RI di Zaman Jokowi, Ini Alasan SBY
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta (Foto: detik/Agung Pambudhy)

Kritik Utang RI di Zaman Jokowi, Ini Alasan SBY

IDTODAY NEWS – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan utang Indonesia saat ini sudah tidak aman.

Untuk diketahui, data Kementerian Keuangan mencatat pada APBN 2020 pembiayaan yang berasal dari utang baru yang mencapai Rp 1.226,8 triliun. Utang tersebut naik lebih dari tiga kali lipat atau tumbuh 180,4% dari realisasi pembiayaan utang pada 2019 yang hanya mencapai Rp 437,5 triliun.

Baca Juga  Pidato Kenegaraan, Jokowi: Jangan Merasa Paling Agamis dan Pancasilais Sendiri

Penarikan utang baru itu juga jauh lebih besar dari target dalam APBN 2020 yang sebesar Rp 351,9 triliun. Namun masih dalam rentang yang diproyeksikan dalam Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp 1.220,5 triliun.

SBY menilai tantangan utama yang akan dihadapi oleh pemerintah saat ini, di tengah pandemi Covid-19 adalah bagaimana fiskal dan APBN dapat dikelola dengan baik. Juga bagaimana utang Indonesia harus bisa dikontrol secara ketat dan serius.

Baca Juga  Ancaman Corona Belum Berakhir, Jokowi Ingatkan tentang Manajemen Krisis

“Utang yang ada menurut saya sudah sangat tinggi dan karenanya tidak aman. Persoalannya bukan hanya meningkatnya rasio utang terhadap PDB Indonesia, tetapi yang berat adalah utang yang besar itu sangat membebani APBN kita. Membatasi ruang gerak ekonomi kita,” kata SBY dalam akun media sosial Facebook resmi miliknya yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (8/1/2021).

“Betapa beratnya ekonomi kita jika misalnya 40% lebih belanja negara harus dikeluarkan untuk membayar cicilan dan bunga utang. […] Jadi, jangan hanya berlindung pada persentase debt-to-GDP ratio yang dianggap masih aman dan diperbolehkan undang-undang. Bukan disitu persoalannya,” kata SBY melanjutkan.

Baca Juga  Pengamat: Calon Kapolri Ke Depan Punya Chemistry Dengan Jokowi

Pengelolaan APBN 2021, menurut SBY persoalannya terletak pada kemampuan pemerintah untuk membayar utang tersebut yang dirasakan sudah sangat mencekik. Permasalahan utang yang sangat serius itu, kata SBY secara bertahap bisa diatasi. Caranya dengan mengurangi defisit anggaran.

“Kalau tahu penerimaan negara jauh berkurang, karena pemasukan dari pajak juga terjun bebas, ya kendalikan pembelanjaan negara. Pemerintah harus sangat disiplin dan harus berani menunda proyek dan pengadaan strategis yang masih bisa ditunda,” tuturnya.

Baca Juga  Jokowi Minta Ulama NU Bantu Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

SBY juga menyinggung perekonomian Indonesia pada 1960. Kala itu ekonomi Indonesia dinilai sebagai titik terendah, karena pemerintah tidak pandai mengontrol pembelanjaan yang kelewat tinggi atau bisa diibaratkan ‘besar pasak daripada tiang’.

Oleh karena itu, menurut SBY pemerintah harus disiplin dan tetap mengatur keuangan negara dan harus bisa mengendalikan ekonomi agar ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang bisa diselamatkan.

Baca Juga  #2021GantiPresiden Trending Topic, Mayoritas Tak Puas Dengan Penanganan Covid-19

“Pemimpin dan pemerintahan yang bijaksana tentu tidak akan mewariskan masalah dan beban yang sangat berlebihan kepada pemerintahan-pemerintahan berikutnya,” ujarnya.

Pada Rabu (6/1/2021), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan defisit APBN 2020 realisasinya lebih rendah dari yang ditargetkan dalam Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp 1.039,2 triliun atau 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB)

“Defisit dari APBN 2020 mencapai Rp 956,3 triliun,lebih kecil dari Perpres 72 yang tadinya defisit Rp 1.039,2 triliun,” jelas Sri Mulyani saat melakukan konferensi pers virtual, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga  Pernah Diserang Buzzer, Relawan Jokowi: Percuma Minta Dikritik Jika Buzzer Belum Ditertibkan

Defisit anggaran terjadi lantaran penerimaan negara yang jauh lebih rendah dari belanja negara. Di mana penerimaan negara pada 2020 sebesar Rp 1.633 triliun dan belanja negara mencapai Rp 2.589 triliun.

Baca Juga: Sebut Utang Negara Sudah Serius, SBY Ingatkan Pemerintah Hati-hati Kelola APBN

Sumber: cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan