Kudeta Partai Demokrat, AHY Sebut karena Dirinya Mau Nyapres di Pilpres 2024

Kudeta Partai Demokrat, AHY Sebut karena Dirinya Mau Nyapres di Pilpres 2024
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/pojoksatu

IDTODAY NEWS – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, ada upaya kudeta yang dilakukan segelintir orang.

Upaya itu dilakukan untuk merebut kekuasaan yang saat ini ada di tangannya.

Bacaan Lainnya

Informasi rencana kudeta itu didapat dari sejumlah kader Partai Demokrat sejak 10 hari lalu.

Bahkan, AHY menyatakan, banyak kader yang dipaksa ikut mengkudeta dirinya, baik melalui telepon maupun pertemuan langsung.

Demikian disampaikan AHY kepada wartawan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (1/2/2021).

“Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa ketua umum tersebut dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung,” kata AHY.

Disinyalir, kata dia, kudeta dilakukan karena dirinya diisukan akan maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Sementara, sosok yang ingin menggulingkannya, ingin maju sebagai capres.

“Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang,” katanya.

Baca Juga  Rizal Ramli Menggugat ke MK, Sekjen Perindo: Ini Kesempatan Pak Jokowi, Rakyat akan Sangat Berterima Kasih

Untuk memuluskan kudeta dimaksud, sambungnya, diarahkan melalui mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB).

“Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah adalah dengan menyelenggarakan KLB,” bebernya.

Bahkan, sosok dimaksud AHY menjanjikan sejumlah uang untuk menargetkan 360 pemegang KLB.

“Para pemegang suara diajak dan dipengaruhi dengan imbalaun uang dalam jumlah yang besar,” katanya.

kata AHY, para pelaku juga sangat yakin dengan gerakannya dan mengklaim sudah mendapat dukungan dari sejumlah petinggi negara.

“Kami masih berkeyakinan, rasanya tidak mungkin cara yang tidak beradab ini dilakukan oleh para pejabat negara, yang sangat kami hormati, dan yang juga telah mendapatkan kepercayaan rakyat,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, AHY pun sudah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi terkait informasi rencana kudeta di maksud.

Menurutnya, konfirmasi ini penting untuk mengetahui benar tidaknya pihak dari pemerintahan yang ingin merebut kepemimpinannya.

“Tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” ujar dia.

Ia berujar, informasi kudeta ini sudah didapatnya sejak 10 hari lalu.

Baca Juga  Anggap Fadli Zon Tepat Jadi Menteri, Rocky Gerung Khawatir KSP Cemburu

Para pelaku kudeta itu, kata AHY, adalah segelintir kader dan mantan kader Partai Demokrat. Ada lima orang yang disebut AHY.

“1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi,”

“Dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu,” ungkapya.

Baca Juga: Andi Arief Blak-blakan Ungkap Dalang Kudeta Demokrat, Pelakunya Moeldoko!

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait