Kwik Kian Gie Adu Argumen dengan Stafsus Sri Mulyani Soal Bunga Utang

Kwik Kian Gie Adu Argumen dengan Stafsus Sri Mulyani Soal Bunga Utang
Kwik Kian Gie.(Foto: TEMPO/ Usman Iskandar)

IDTODAY NEWS – Ekonom senior yang juga mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie beradu data dan argumen soal utang Indonesia dengan Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo melalui media sosial Twitter.

Awalnya, Kwik Kain Gie menulis dalam akun twitter-nya @kiangiekwik. Ia menyebutkan utang besar yang jatuh tempo tidak masalah karena bisa dibayar dengan utang baru. Tapi ia juga menyoroti obligasi pemerintah Indonesia saat ini laris manis karena pemerintah yang berani bayar bunga tinggi.

Bacaan Lainnya

“Yang bayar bunga yang membengkak terus kan kaum milenial, yang pandai membuat unicorn? perhatikan kalau talk show kan pinter-pinter,” kata Kwik Kian Gie pada Kamis, 4 Februari 2021.

Sampai saat ini, isu mengenai utang memang menjadi topik yang selalu menyedot perhatian publik. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, tak sedikit negara kini beramai-ramai mencari utang atau mengakses sumber pembiayaan baru di pasar obligasi internasional.

Baca Juga  Bansos Bermasalah, Sri Mulyani: Data Tak Update Sejak 2015

Tapi saat beberapa beberapa negara lain kesulitan mengaksesnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia tetap bisa meraih utang baru dan dipercaya investor global. Sebab, kata dia, Indonesia selama ini sudah memiliki reputasi dan kredibilitas dalam pengelolaan anggaran secara transparan.

Sehingga, investor dan lembaga rating bisa mengakses resiko dengan lebih mudah. “Buahnya terjadi saat sekarang ini. Dalam kondisi yang sangat luar biasa, Indonesia masih bisa meng-establish financing,” kata Sri Mulyani dalam acara Capital Market Summit and Expo pada pertengahan Oktober tahun lalu.

Mengomentari cuitan Kwik Kian Gie sehari sebelumnya, pada Jumat, 5 Februari 2021, Prastowo menjawab lewat grafik kondisi Pasar Surat Berharga (SBN) di beberapa negara pada 23 Oktober 2020 dan 2 Januari 2021.

Pada periode tersebut, grafik menunjukkan yield atau bunga dari SBN Indonesia tercatat turun dari level 4,38 persen menjadi 4,14 persen. Sementara ada negara lain dengan yield yang lebih tinggi yaitu Turki, dari 6,69 persen turun menjadi 5,85 persen.

Tapi, jumlah SBN Turki hampir dua kali lipat dari Indonesia. Jumlah SBN yang hampir sama dengan Indonesia dalam grafik yang disampaikan Prastowo yaitu Meksiko. Di negara itu, yield dari SBN-nya lebih rendah dari Indonesia, yaitu 3,48 persen naik menjadi 3,62 persen.

Baca Juga  Sri Mulyani: Kontraksi di Jakarta Akibat PSBB Berdampak ke Nasional

Dengan data ini, Prastowo pun menegaskan yield SBN Indonesia cukup rendah dibandingkan beberapa negara setara, terutama yang surat berharganya dalam denominasi US Dollar. “Tingkat bunga pun semakin rendah. Mari bicara dengan data Pak!” kata Prastowo.

Perbincangan keduanya pun ternyata berlanjut pada hari ini. Dalam cuitannya, Kwik Kian Gie mengaku tak habis pikir kenapa pernyataannya sebelumnya dianggap kritik terhadap soal utang. “Kan sangat jelas yg saya katakan bhw utang besar tidak masalah, krn kalau jatuh tempo bisa dibayar dng menerbitkan obligasi atau SUN lagi,” ujarnya, Sabtu, 6 Februari 2021.

Baca Juga: Kiprah AHY dari Tentara hingga Menjadi Ketum Demokrat

Sumber: tempo.co

Pos terkait