Lagi Hangat SBY & JK Sindir Jokowi, Marzuki Alie Malah Bongkar Rahasia Keduanya Era Megawati
SBY dan Jokowi saat bertemu di Kantor Presiden.(Foto: Jawa Pos)

Lagi Hangat SBY & JK Sindir Jokowi, Marzuki Alie Malah Bongkar Rahasia Keduanya Era Megawati

IDTODAY NEWS – Saat ini lagi hangat di publik sindiran Presiden keenam SBY dan Wapres ke-10 Jusuf Kalla (JK) kepada Jokowi. Tak disangka, Marzuki Alie blak-blakan bongkar rahasia keduanya saat dulu.

Marzuki Alie menceritakan soal rahasia SBY dan JK itu dalam bincang-bincang yang ditayangkan di kanal Akbar Faizal Uncensored di YouTube seperti dilihat Pojoksatu.id, Senin (15/2).

Adapun judul video You Tube Akbar Faizal Unsencored ini yaitu Marzuki Alie: “Saya Tutupi Borok Partai Demokrat Selama Ini Lho.

Baca Juga  Hasil Pleno KPU Surabaya: Eri-Armudji Unggul 145.756 Suara Dari Machfud-Mujiaman

Video ini diunggah di kanal You Tube sekitar tiga hari lalu atau Jumat (12/2/2021).

Marzuki Alie menuturkan bahwa SBY dalam pertemuan di Hotel Sheraton Bandara tahun 2004 lalu mengutarakan niatnya maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 dengan menggandeng Jusuf Kalla alias JK.

Padahal saat itu, SBY dan JK ini adalah menteri koordinator di Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

SBY sebagai Menko Polhukam. Sementara Jusuf Kalla (JK) sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati.

Baca Juga  Kritik Pemerintah Berujung Penangkapan, Anwar Abbas Usul Dewan Kerukunan Nasional Dihidupkan

Pada pertemuan itu, di situlah SBY menyebut nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang saat itu sebagai Presiden RI sekaligus calon petahana.

Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mengungkapkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali.

Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik Andi Samsan sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial

Baca Juga  Cerita Sandiaga soal Ukuran dan Pesan di Balik Jaket Biru Menteri Baru

Dalam bincang-bincang yang dipandu mantan anggota DPR Akbar Faizal itu Marzuki menceritakan pertemuannya dengan SBY setelah Pemilu Legislatif 2004.

Menurut Marzuki, saat itu dirinya dipanggil SBY guna bertemu di Hotel Sheraton Bandara.

“Setelah Partai Demokrat lolos pemilu legislatif dapat tujuh sekian persen, saya ketemu SBY,” ujar mantan Ketua DPR RI ini.

Marzuki menambahkan, saat itu di Hotel Sheraton Bandara sudah ada Hadi Utomo yang tak lain ipar SBY.

Baca Juga  Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Biasanya Jokowi Menunggu Hari Baik, Rabu Pon

Marzuki pun menduga akan ada rapat karena di ruangan sudah ada banyak notes dan pensil di atas meja.

Namun, yang ada justru pertemuan empat mata.

“Rupanya yang datang SBY sendiri, saya pun kaget,” tutur Marzuki.

Lebih lanjut Marzuki menjelaskan maksud ‘kecolongan dua kali’ itu. Kecolongan pertama bagi Megawati ialah ketika SBY memutuskan maju di Pilpres 2004.

Memang kala itu SBY menjadi pembantu Presiden Megawati di Kabinet Gotong Royong. Jabatan SBY kala itu ialah menteri koordinator politik, hukum dan keamanan di era Presiden Megawati.

Baca Juga  Dulu Jokowi Larang Buka Identitas Pasien Covid-19, Kini Tak Boleh Dirahasiakan

Baca Juga: Bareskrim Kirim Surat ke Komnas HAM Minta Barang Bukti Kasus Laskar

Adapun kecolongan kedua bagi Megawati ialah ketika SBY memutuskan menggandeng Jusuf Kalla. Sebab, JK saat itu merupakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Kabinet Gotong Royong.

“Itu kalimatnya,” kata Marzuki.

“Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu,” kata ketua DPR periode 2009-2014 itu kembali menirukan ucapan SBY.

Baca Juga  Sindir Pemerintah Jokowi, Jubir Demokrat: Rakyat Memberi Kritik Melalui Mural Saja Malah Diburu

Berita sebelumnya, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sindiran atas permintaan Presiden Jokowi agar masyarakat memberikan kritik keras kepada pemerintah.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat diskusi virtual bertema: “Mimbar Demokrasi Kebangsaan” dalam acara diskusi virtual yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (12/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga mengingatkan PKS sebagai partai oposisi untuk melakukan kritik kepada pemerintah.

Baca Juga  Kecewa Penanganan Covid-19, Aktivis dan Penulis Senior Ini Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

“Presiden mengumumkan, silakan kritik pemerintah. Tentu banyak pertanyaan. Bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi?” kata Jusuf Kalla.

Diingatkan JK, indeks demokrasi di Indonesia saat ini dinilai menurun menurut The Economist Intelligence Unit (EIU).

“Tentu ini bukan demokrasinya yang menurun, tapi apa yang kita lakukan dalam demokrasi itu,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Cara Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi, Mahfud MD Singgung Keluarga JK

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Balasan