Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi pembicara webinar virtual yang bertajuk Investasi Negara-Negara Islam di Indonesia, Jakarta, Kamis (1/10/2020).(Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Luhut Minta KPK Jangan Berlebihan Periksa Edhy Prabowo, “Saya Titip Itu”

IDTODAY NEWS – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan, berpesan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak berlebihan dalam pemeriksaan Edhy Prabowo.

“Saya minta KPK juga periksa sesuai ketentuan yang bagus saja, jangan berlebihan. Saya titip itu saja. Tidak semua orang jelek, banyak orang yang baik kok,” katanya di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga  Ustadz Tengku: Berani nggak KPK Bongkar dan Tangkap Anak Lurah dan Madam...

Luhut memuji sikap Edhy Prabowo yang mengambil langkah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri KP setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Luhut menilai Edhy sebagai orang baik. Oleh karena itu kata dia, sikap Edhy yang langsung mundur dari jabatannya perlu dihormati.

“Saya tahu Pak Edhy itu sebenarnya orang baik. Saya senang bahwa beliau langsung ambil alih tanggung jawab seperti seorang kesatria. Dan itu kita harus hormati juga hal-hal semacam itu,” ujarnya.

Baca Juga  Said Aqil Singgung Politikus Tak Kampanye Bisa Jadi Anggota DPR

Luhut meminta masyarakat mendoakan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap menjalankan tugas seperti biasa, meski diterpa adanya kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster yang melibatkan sejumlah pejabat di KKP.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan tambak, usaha, atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Baca Juga  Penuhi Panggilan Polisi soal Kerumunan Habib Rizieq, Wagub DKI: Saya akan Memberikan Keterangan Faktanya

KPK menetapkan total tujuh orang tersangka dalam kasus Edhy Prabowo sebagai penerima. Seperti diketahui, Edhy ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu dini hari.

Edhy ditangkap bersama istri dan sejumlah pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan sepulangnya dari kunjungan kerja di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Selain di Bandara Soekarno-Hatta, KPK juga menangkap sejumlah pihak lain di Jakarta dan Depok.

Baca Juga  Ini Dia Deretan Tarif yang Naik Tahun Ini, Yuk Disimak!

Baca Juga: Jejak KH Miftachul Akhyar: Sudutkan Ahok, bela FPI, tegur Ketum PBNU

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan