Mahfud MD: Kemiskinan di Indonesia karena Ada yang Serakah

  • Bagikan
Mahfud MD: Kemiskinan di Indonesia karena Ada yang Serakah
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan sambutan disela penyerahan kompensasi secara simbolis kepada keluarga korban tindak pidana terorisme di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Pemerintah menyalurkan bantuan kompensasi kepada empat korban tindak pidana terorisme yang terjadi di Tol Kanci-Pejagan, korban di Cirebon dan satu orang korban penyerangan terorisme di Pasar Blimbing, Lamongan yang terjadi tahun 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

IDTODAY NEWS – Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan Indonesia adalah bangsa yang kaya. Apa saja ada di negara ini. Tinggal dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyat. Menurutnya, banyak orang miskin di Indonesia karena ada yang serakah.

“Yang menyebabkan banyak orang miskin, banyak orang menderita, itu karena masih ada sebagian dari kita ini yang serakah, ingin menguasai sendiri, mengkolusikan kekayaan alam dengan orang lain dan sebagainya,” kata Mahfud dalam refleksi kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2020).

Baca Juga  Andi Arief Ke Jokowi: Jangan Salahkan Kalau Rakyat Tagih Janji Menang Perang

Ia menjelaskan tugas saat ini untuk mengisi kemerdekaan adalah mengatur sebaik-baiknya berbagai kekayaan alam yang ada agar bisa memakmurkan bersama. Harapannya, seluruh warga Indonesia bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Kalau keadilan ini belum kita bangun secara baik-baik, kemakmuran tidak bisa dicapai. Karena makmur itu artinya enak bersama,” jelas Mahfud MD.

Dia mengajak masyarakat untuk bersyukur atas kemerdekaan yang diterima bangsa ini. Dalam usia ke-75, sudah banyak yang telah dicapai.

Baca Juga  Bentuk Dua Tim Revisi UU ITE, Mahfud MD: Mulai Bekerja Senin 22 Februari

“Dulu sebelum Indonesia merdeka dapat dikatakan orang miskin semua. Sekarang berapa orang miskin di Indonesia. Tinggal 12 persen pada akhir pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Pada awal pemerintahan Pak Jokowi (Joko Widodo) yang kedua sudah 9,1 persen. Terus membaik. Kita kurangi terus. Itu satu capaian yang harus kita syukuri,” tutur Mahfud MD.

Dia juga menyebut ada banyak capaian yang sudah terjadi sejak kemerdekaan. Semua bidang kehidupan sudah banyak berubah sejak kemerdekaan. Ke depan, tinggal terus ditingkatkan kualitasnya agar Indonesia bisa masuk kategori negara maju.

Baca Juga  Banyak yang Janggal, Apa Dasar Hukum Menteri Bisa Bubarkan FPI?

“Kita sudah punya semua keahlian di sini, tinggal kita semua menjaga kesatuan dalam keberagaman di dalam kemerdekaan yang harus kita jaga. Ada kemajuan terus meningkat,” tutup Mahfud MD.

Sumber: beritasatu.com

  • Bagikan