Mantan Presiden PKS Berharap Hati Rektor UI Tergugah Dan Menyatakan Mundur

Mantan Presiden PKS Berharap Hati Rektor UI Tergugah Dan Menyatakan Mundur
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman/Net

IDTODAY NEWS – Polemik rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro dan perubahan Statuta UI turut menyita perhatian mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Lewat akun Twitter pribadinya, Sohibul Iman menyampaikan harapan agar keajaiban terjadi dalam polemik ini. Keajaiban yang dimaksud adalah Rektor UI Ari Kuncoro mengakui kesalahan telah rangkap jabatan sebagai komisaris di perusahaan BUMN.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Fraksi Demokrat Kembali Gabung Panja Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Sohibul juga berharap Ari Kuncoro secara legowo menanggalkan jabatan sebagai rektor UI.

“Saya berharap ada keajaiban. Tiba-tiba Pak Rektor tergugah hatinya dan berkata, “terima kasih Presiden Jokowi, bapak sudah selamatkan jabatan rangkap saya. Tapi saya terikat etika. Jelas kemarin saya sudah melanggar statuta UI karena itu mulai saat ini saya mundur dari Rektor UI dan fokus jadi komisaris”,” tuturnya, Rabu (21/7).

Baca Juga  Menkes Bukan Berlatar Belakang Dokter, Begini Keraguan PKS

Peraturan Pemerintah (PP) 68/2013 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI) telah diubah menjadi PP 75/2021.

PP 75/2021 ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juli 2021 dan diundangkan oleh Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly pada 2 Juli 2021.

Dalam Statuta UI yang baru, Rektor UI hanya dilarang merangkap menjadi direksi BUMN/BUMD/swasta. Sementara sebelumnya dilarang rangkap jabatan sebagai komisaris BUMD/BUMN yang menggunakan kata ‘pejabat’ pada Pasal 35 huruf c Statuta UI.

Baca Juga  Sindir Jokowi, PKS: Jangankan Melompat, Berjalan Pun Kita Susah

Sumber: rmol.id

Pos terkait