Mantan Presiden Xanana Gusmao Ungkap Borok Pemerintah Timor Leste

  • Bagikan
Timor Leste
Mantan Presiden Xanana Gusmao Ungkap Borok Pemerintah Timor Leste (Foto: ANTARA)

IDTODAY NEWS – Timor Leste banyak sekali dilanda masalah setelah memisahkan diri dari Indonesia. Hal ini membuat mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao geram dengan sistem pemerintahan negaranya itu.

Gusmao langsung menyoroti tindakan Partai Fretilin yang dinilai menguasai pemerintah Timor Leste. Presiden pertama Timor Leste juga menuding Partai Fretilin telah membohongi rakyatnya sendiri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diketahui Xanana Gusmao juga pernah masuk ke Partai Fretilin, saat masih memiliki konflik dengan Indonesia.

Baca Juga  Timor Leste Rontok, Prediksi Xanana Gusmao Sangat Ngeri!

Kami menghadapi demagogi yang hebat, dalam pernyataan pemimpin besar Fretilin, ketika dia mengatakan bahwa dia adalah orang pertama yang mempertahankan pipa gas ke Timor Leste, tetapi ekonomi memiliki aturan dan membutuhkan studi kelayakan yang menurutnya belum selesai,” beber Gusmao dikutip dari sapo.pt.

Dia juga menegaskan bahwa tidak bisa mengerti maksud dari tindakan para pemimpin Partai Fretilin saat ini. Gusmao juga mengatakan bahwa Fretilin selalu membela tetapi mencapai posisi itu tanpa studi.

Baca Juga  Pidato 'Kemenangan' Joe Biden: Saatnya Kita Bersatu, Saling Sapa, Menyembuhkan, Satu Sebagai Bangsa

Gusmao melontarkan ini untuk melawan musuh politiknya, mantan PM Timor Leste yang juga pemimpin Partai Fretilin, Mari Alkatiri.

Menanggapi pernyataan Gusmao, Alkatiri lantas membantah telah menipu rakyat Timor Leste terkait pengeboran gas dan minyak negara.

“Fretilin adalah yang pertama mempertahankan pipa gas Greater Sunrise ke Timor. Namun, ekonomi ada aturannya dan untuk memulainya harus ada studi kelayakan. Dan saya belum melihat apa-apa, saya belum melihat ada studi yang meyakinkan saya,” kata Alkatiri.

Baca Juga  COVID-19 Mengamuk di Tanah Kelahiran, Tiongkok Mulai Kewalahan

Dirinya melanjutkan bahwa tindakan Partai Fretilin selama ini semata-mata untuk menguntungkan Timor Leste.

Sumber: genpi.co

  • Bagikan