Mas Pandji Pragiwaksono, Nih Dapat Salam Khusus dari Muhammadiyah, Spesial Banget

Mas Pandji Pragiwaksono, Nih Dapat Salam Khusus dari Muhammadiyah, Spesial Banget
Pandji Pragiwaksono. (Foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – PP Muhammadiyah akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan kontroversial komika Pandji Pragiwaksono.

Hal itu terkait pernyataan Pandji yang membandingkan Front Pembela Islam (FPI) yang disebutnya jauh lebih dekat dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terlalu elitis.

Hal itu membuat masyarakat lebih banyak bersimpati kepada ormas besutan Habib Rizieq Shihab tersebut.

Atas pernyataanya, PP Muhammadiyah menganggap bahwa Pandji Pragiwaksono mengalami sebuah kemunduran berfikir.

Pasalnya, Muhammadiyah dan NU lahir sebelum Republik Indonesia lahir.

Bahkan, Muhammadiyah yang berdiri 1912 dan NU 1926 merupakan cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Faozan Amar dalam keterangannya, dilansir Pojoksatu.id dari RMOL, Kamis (21/1).

“Jangan bandingkan apalagi menyamakan organisasi pendiri bangsa dengan organisasi yang telah dibubarkan pemerintah karena tidak taat pada undang-undang. Itu namanya kemunduran berfikir,” ujar Faozan Amar.

“Sebagai publik figur, Pandji harus menambah asupan bacaan,” tegasnya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof Dr Hamka ini menuturkan, memang hak berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat dijamin UU.

Baca Juga  Amien Rais Sebut Jokowi Dikelilingi 'Siluman', Suruh Gibran Secepatnya ke KPK

Namun, agar pendapat yang dikemukakan itu berbobot dan mencerahkan, ada baiknya sebelum berbicara itu menggunakan data yang memadai.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah (1912), NU (1926) dan PNI (1927), merupakan cikal bakal berdirinya NKRI.

“Ketiganya satu tarikan nafas, yang hingga hari ini masih setia menjadi pengawal Pancasila sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing,” tegas Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia ini.

Karena itu, ia menyarankan Pandji Pragiwaksono mendengarkan dengan seksama pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

“Silahkan camkan pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah; jika kita tidak bisa memberi solusi bagi persoalan-persoalan kehidupan, minimal jangan sampai kita membuat gaduh,” pungkasnya.

Baca Juga: Rahmad Handoyo Minta Tracing Dimasifkan Selama Pemberlakuan PPKM

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait