Massa Gejayan Memanggil Kembali Turun ke Jalan, Lalin Sempat Ditutup
Massa aksi Gejayan Memanggil tolak Omnibus Law di simpang tiga Gejayan, Jumat (14/8/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)

Massa Gejayan Memanggil Kembali Turun ke Jalan, Lalin Sempat Ditutup

IDTODAY NEWS – Gabungan massa kembali turun ke jalan menggelar aksi Gejayan Memanggil di simpang tiga Gejayan, Sleman, DIY. Mereka menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Sejak pukul 15.27 WIB, massa aksi yang menamakan diri Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) yang tiba di simpang Gejayan mulai duduk melingkar. Orasi-orasi pun diteriakkan oleh elemen yang menyebut dari kalangan mahasiswa, buruh dan lainnya.

Baca Juga  HNW Dukung Sikap Menlu Retno Marsudi Tolak Propaganda Normalisasi dengan Israel

Pantauan detikcom, jalannya aksi berjalan tertib. Massa aksi Gejayan Memanggil juga menerapkan protokol kesehatan.

Selama aksi tersebut, Jalan Gejayan ditutup sementara. Polisi kemudian memberlakukan rekayasa lalu lintas. Arus kendaraan dari utara ke selatan diarahkan ke timur. Dari arah barat maupun selatan juga dialihkan.

Usai massa aksi bergeser dari simpang Gejayan ke simpang tiga UIN, arus lalu lintas kembali normal.

Baca Juga  Iwan Sumule: Jangankan Penghina Prabowo, Penista Agama Saja Bisa Jadi Komisaris BUMN

Juru Bicara ARB, Revo mengatakan hari ini merupakan aksi Gejayan Memanggil yang kelima. Menurutnya, aksi ini akan terus berlanjut selama Omnibus Law belum digagalkan.

“Kami merasa perlu kembali turun ke jalan untuk menjegal Omnibus Law sampai gagal,” kata Revo ditemui di Gejayan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (14/8/2020).
Massa aksi Gejayan Memanggil tolak Omnibus Law di simpang tiga Gejayan, Jumat (14/8/2020).Massa aksi Gejayan Memanggil tolak Omnibus Law di simpang tiga Gejayan, Jumat (14/8/2020). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Baca Juga  Saat Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Kota Tangerang Rusuh dan Jebol Blokade Polisi

Menurutnya, DPR RI tidak punya prioritas, di mana masyarakat sedang kesulitan tapi tetap kukuh membahas Omnibus Law. RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law, kata dia, hanya menindas rakyat kecil.

Sementara itu, juru bicara ARB lainnya, Lusi menambahkan dengan aksi ini mereka ingin memberikan tekanan politik kepada pemerintah. Selain itu menunjukkan bahwa perjuangan rakyat masih ada.

“Fokus kami ingin memberikan tekanan politik bahwa sebagai tandingan dari survei yang dikeluarkan pemerintah bahwa Omnibus Law disetujui masyarakat, kami ingin menunjukkan jika tidak seperti itu,” ucap Lusi.

Baca Juga  Teddy Gusnaidi: Buruhnya Kerja, yang Ngamuk Pengangguran, yang Biayai Para Maling

Sementara itu, usai melakukan orasi di simpang tiga Gejayan, massa aksi dengan berjalan kaki bergeser menuju simpang tiga UIN Sunan Kalijaga. Mereka akan melanjutkan orasi di sana.

“Kami long march dari bundaran UGM hingga ke simpang tiga UIN,u,” tutupnya.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan