Megawati: Korupsi Tidak Bisa Disembunyikan, Pasti Akan Ketahuan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah di kantor PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2/2020).(Dokumen PDI-P)

IDTODAY NEWS – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta seluruh pasangan calon kepala daerah yang diusungnya tidak korupsi jika nanti terpilih. Ia mengatakan seorang pemimpin harus bisa mendidik, mengorganisir, dan menyerap aspirasi rakyat seperti yang dilakukan Bung Karno.

“Saya ingin mengatakan dengan jelas, kalau anda mau korupsi sekarang itu gak bisa. Satu hal, korupsi itu tidak akan bisa disembunyikan, suatu saat nanti pasti kelihatan,” katanya saat memberi pembekalan secara virtual pada 75 pasangan calon kepala daerah Pilkada 2020, Selasa, 11 Agustus 2020.

Baca Juga  Legislator PDIP: Lockdown Skenario Terburuk Untuk Zona Hitam

Mega menuturkan dalam menentukan calon pemimpin di daerah pihaknya tidak main-main melainkan dilakukan secar berjenjang untuk mendengar aspirasi rakyat. Sebabnya ia mewanti-wanti jangan sampai mengkhianati rekomendasi dari DPP sebagai calon kepala daerah dengan perbuatan korupsi.

Ia pun meminta para kandidat ini untuk mempertanyakan kembali tujuannya maju di Pilkada 2020. “Apakah hanya untuk mengikuti nafsu keserakahan, mencari kekuasaan, mencari uang,” tuturnya.

“Sengaja saya sampaikan agar pasangan calon PDIP tidak berpikir sempit seperti tadi, hanya terpikir untuk kepentingan dirinya sendiri,” kata Mega.

Salah satu tokoh yang mendapatkan rekomendasi dari PDIP adalah menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Bobby Afif Nasution. Ia dicalonkan sebagai wali kota Medan 2020.

Nama lain terdapat keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo; dan penyanyi Iyeth Bustami.

Baca Juga  Elite PDIP Serang Balik Andi Arief: Baca Ulang Pandangan Fraksi di RUU Pemilu

Sumber: tempo.co

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan