Mutasi Pertama Kapolri, IPW: Ada 6 Hal Strategis, Kekuatan Geng Solo Muncul Kembali

Mutasi Pertama Kapolri, IPW: Ada 6 Hal Strategis, Kekuatan Geng Solo Muncul Kembali
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(Foto: Tangkapan layar Biro Pers Setpres)

IDTODAY NEWS – Indonesia Police Watch (IPW) menanggapi mutasi pertama Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dikeluarkan, Kamis (18/2/2021). IPW menilai ada enam hal strategis dalam dinamika Polri ke depan.

Pertama, dalam mutasi ini terlihat bahwa Sigit makin mengukuhkan kekuatan Geng Solo di tubuh Polri. Orang orang “dekat” Jokowi makin memperkuat posisinya di tubuh kepolisian. Setelah menjadi Kapolri, saat ini orang dekat keluarga Jokowi dipercaya memegang posisi Kabareskrim, yakni Komjen Agus digeser dari kabaharkam ke kabareskrim.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Hari Gini Masih Muncul Survei Capres Begini, Jimly: Ini Baik Jadi Bahan Pelajaran Ilmu Sosial Kritis

Bukan hanya itu, Irjen Nana yang pernah terdepak sebagai Kapolda Metro Jaya di era Kapolri Idham Azis, kini kembali mendapat posisi Kapolda Sulut. Ini agak aneh, sebab posisi Nana turun “drajat” dari Kapolda Metro Jaya menjadi Kapolda Sulut.

Kedua, dalam mutasi ini, “orang orang BG” belum terlihat bergerak masuk ke dalam posisi strategis di era Sigit. Ketiga, begitu juga orang orang Idham Azis dan Tito, dalam mutasi Kamis ini masih bertahan di posisi semula. Belum bergeser ke posisi strategis atau terdepak dari posisinya.

Baca Juga  Kapolri Dipimpin Non Muslim, PA 212 Ungkap Kekhawatiran Ini yang Akan Terjadi

Keempat, Yang menarik dalam mutasi pertama kapolri Sigit ini, posisi Sestama Lemhanas masih dibiarkan kosong. Sepertinya Sigit masih mencari figur tepat yg akan digeser kesana. Apakah Geng Solo akan masuk kesana kita tunggu.

Baca Juga: Demokrat Kecam Darmizal yang Membelot dan Sibuk Jadi Relawan Jokowi

Kelima, ketua tim pembuat naskah uji kepatutan kapolri Sigit di komisi III yakni Irjen Wahyu Widada masih belum mendapat tempat. Ia belum bergeser dari posisinya sbg Kapolda Aceh. Belum jelas, kenapa Wahyu belum mendapat tempat, sementara cukup banyak figur figur yang “tak berkeringat” dalam suksesi kapolri Sigit, dlm mutasi ini sudah mendapat tempat strategis.

Baca Juga  Mahfud Sebut Din Syamsuddin Tak Akan Diproses, Ferdinand: Anda Bisa Dituduh Halangi Proses Hukum

Keenam, mutasi pertama kapolri Sigit ini berhasil mereposisi Kabaintelkam, yg semula dipegang mantan ajudan presiden SBY, Komjen Rycko diserahkan kepada Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau.

Baru kali ini putra Papua mendapat bintang tiga di Polri. Terjadinya kerumunan massa dalam kepulangan Habib Rizieq maupun kasus penembakan laskar FPI di Tol Cikampek, tak terlepas dari kelemahan deteksi dini dan antisipasi Baintelkam, sehingga reposisi di Baintelkam Polri menjadi sebuah kewajaran dilakukan.

Baca Juga  Pasca Insiden Penikaman Syekh Ali Jaber, Bang Japar Siap Kawal Ulama saat Berdakwah

“Kapolri Sigit sangat sulit untuk melakukan mutasi maksimal di tubuh Polri, terutama dalam mencapai konsep presisi yang dicanangkannya saat uji kepatutan di DPR,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan resminya, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga: Ibunda Fadli Zon Wafat, Habiburrokhman: Seminggu Terakhir Kesehatan Beliau Memburuk

Dia melanjutkan, sebab gerbong mutasi yang bisa dilakukan Sigit hanya sebatas pada bintang dua ke bawah. Sedangkan mutasi di posisi bintang tiga hanya ada dua tempat yang kosong, yakni Kabareskrim dan Sestama Lemhanas.

Baca Juga  Usul Calon Kapolri dari Kompolnas Sudah Sampai di Meja Presiden

Selebihnya, Posisi lainnya masih dijabat oleh jenderal bintang tiga yg masa dinasnya masih lama, yakni dua tahun lagi. Sehingga perputaran mutasi dari bintang dua ke posisi bintang tiga sangat terbatas dan cenderung stagnan hingga dua tahun ke depan.

Kondisi ini tentunya membuat kapolri Sigit kesulitan dalam menggerakkan gerbong mutasi dengan maksimal dan dampaknya organisasi Polri akan stagnan hingga dua tahun ke depan, apalagi Sigit sendiri baru pensiun di thn 2027. Bagaimana pun, ini menjadi dilema dalam dinamika Polri ke depan.

Baca Juga  Lima Kriteria Kapolri Pengganti Idham Azis Versi Ujang Komarudin

Di sisi lain, sebagai Kabareskrim baru tugas Komjen Agus tak kalah cukup berat karena masalah dlm dinamika masyarakat setahun setelah pandemi Covid-19 cukup berat. Kebangkrutan sosial, PHK, pengangguran menganga di depan mata yg otomatis akan memicu angka kriminalitas. Di sisi lain, wabah narkoba sudah merebak kemana mana, termasuk ke internal polri.

Tak kalah pelik, Polri msh punya utang kasus berat, di antaranya kss penembakan laskar FPI di tol Cikampek dan pembakaran gereja serta pembunuhan sekeluarga di Sigi Sulteng. Kasus kasus ini, harus segera diselesaikan agar tidak menjadi api dalam sekam bagi masyarakat.

Baca Juga  Lihat Komjen Listyo, Fahri Hamzah Teringat Eks Kapolri Bambang Hendarso

Baca Juga: Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh

Sumber: okezone.com

Pos terkait