Ngabalin Tanggapi Diaz: Santri Tak Boleh Terganggu Hafalannya, Generasi Kami juga Dulu Begitu

  • Bagikan
Ngabalin Tanggapi Diaz: Santri Tak Boleh Terganggu Hafalannya, Generasi Kami juga Dulu Begitu
Foto: Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Dok: Pribadi

IDTODAY NEWS – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin ikut bersuara terkait polemik postingan Stafsus Presiden Jokowi, Diaz Hendropriyono, yang menyinggung santri menutup telinga saat mendengar musik.

“Sementara itu… kasian dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There’s nothing wrong to have a bit of fun!,” tulis Diaz dalam postingannya yang diunggah 1 hari lalu itu.

Baca Juga  Prabowo Subianto Titip Salam Hormat untuk Megawati Soekarnoputri

Ngabalin menyebut, Islam tidak tabu dengan musik, tetapi bagi santri penting untuk menjaga hafalannya.

“Tetapi bagi anak-anak sekolah santri seperti dalam rekaman itu adalah penting karena anak-anak santri itu, dia tidak boleh terganggu hafalannya, periode (generasi) kami juga seperti itu,” kata Ngabalin saat dimintai tanggapan, Rabu (15/9).

“Karena kalau kita mengingat yang lain apakah musik dan lain-lain hilang hafalan kami sehingga dalam ujian kami kesulitan,” tambah alumnus IAIN Alauddin Makassar ini.

Baca Juga  Ngabalin Ngamuk Soal Mural Mirip Jokowi, Refly Harun: Banyak Pembantu Presiden Blingsatan atas Ekspresi Warga!

Kendati demikian, Ngabalin mengaku belum melihat secara jelas pernyataan Diaz yang sebenarnya. Hingga saat ini, Diaz memang enggan berkomentar terkait postingannya tersebut.

“Terkait mas Diaz saya belum tahu apa komentarnya mas Diaz, tetapi begini, alam terbuka seperti ini juga tidak boleh langsung, jangan juga langsung diserang, tapi setiap orang bisa berargumentasi toh,” tutur Ngabalin.

Lebih lanjut, bagi Ngabalin, tak ada yang salah jika Diaz berpendapat apalagi di Medsos pribadi. Jabatan stafsus Presiden menurut Ngabalin, bukan berarti tak boleh berpendapat.

Baca Juga  Hari Ini, Din Syamsuddin Nikahi Cucu Pendiri Pondok Pesantren Gontor

“Bukan karena dia stafsus presiden kemudian dia tidak boleh berpendapat atau berpikir. Kan alam ini siapa saja boleh berpendapat sepanjang argumentasi kuat dan memberikan pencerahan, tidak ada salahnya kalau Mas Diaz berpendapat seperti itu,” tandas Ngabalin.

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan