Norwegia Rusuh Usai Demonstran Anti-Islam Ludahi Al-Quran, Erdogan Kecam Keras

Seorang Wanita Robek dan Ludahi Al-Qur'an
Seorang wanita Norwegia merobek Al-Qur'an. (Foto: Twitter @Arsyamsyam5) /

IDODAY NEWS – Demonstrasi anti-Islam di ibu kota Norwegia, Oslo berujung pada bentrokan. Demonstrasi ini diwarnai aksi merobek dan meludahi Al-Quran.

Seperti dilansir media Jerman, DW, Minggu (30/8/2020) kerusuhan di Oslo itu terjadi pada hari Sabtu (29/8) waktu setempat. Insiden ini mendorong pihak berwenang untuk mengakhiri acara lebih awal.

Bacaan Lainnya

Unjuk rasa yang diorganisir oleh kelompok Stop Islamization of Norway (SIAN) tersebut, berlangsung di dekat gedung parlemen. Ratusan pengunjuk rasa tampak berkumpul, menabuh genderang dan meneriakkan “Tidak ada rasis di jalanan kami,” seperti dilaporkan kantor berita DPA.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (31/8/2020):

  • PM Israel Ungkap Banyak Perundingan Rahasia dengan Pemimpin Arab

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa Israel tengah melakukan perundingan rahasia dengan beberapa negara Arab dalam upaya menjalin hubungan. Hal ini disampaikan Netanyahu setelah Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati normalisasi hubungan.

Baca Juga  Heboh! Palm Oil Monitor Tuding Norwegia Diam-Diam Danai Kampanye Tolak Omnibus Law Di Indonesia

“Ada banyak lagi pertemuan yang tidak dipublikasikan dengan para pemimpin Arab dan muslim untuk menormalisasi hubungan dengan negara Israel,” ungkap Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (31/8/2020).

Dia tidak menyebut lebih lanjut negara-negara mana saja yang dimaksud.

Perjanjian damai antara Israel dan UEA yang tercapai dengan mediasi Amerika Serikat (AS) diumumkan pada 13 Agustus lalu. Perjanjian itu menjadikan UEA sebagai negara Teluk pertama dan negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania.

  • Makin Panas, Erdogan Sebut Pemimpin Yunani dan Prancis Rakus

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam para pemimpin Prancis dan Yunani. Erdogan menyebut mereka “rakus dan tidak kompeten” karena menantang eksplorasi energi Turki di Mediterania timur.

Seperti dilansir AFP, Senin (31/8/2020), komentar Erdogan itu disampaikan ketika Turki merayakan kemenangan atas pasukan Yunani selama perang kemerdekaan Turki tahun 1922.

Turki dan Yunani saat ini sedang memperdebatkan ladang gas lepas pantai. Dukungan Prancis untuk Yunani telah membawa hubungan itu ke dalam krisis serius bagi aliansi militer NATO.

  • Kerusuhan Pecah di Norwegia, Demonstran Ludahi Al-Quran

Demonstrasi anti-Islam di ibu kota Norwegia, Oslo berujung pada bentrokan. Demonstrasi ini diwarnai aksi merobek dan meludahi Al-Quran.

Baca Juga  Mengutuk Aksi Pembakaran Alquran di Swedia

Sumber: detik.com

Pos terkait