PAN Bergabung Koalisi, Tanda Jokowi Talak Tiga PDIP dan Megawati Soekarnoputri

  • Bagikan
PAN Bergabung Koalisi, Tanda Jokowi Talak Tiga PDIP dan Megawati Soekarnoputri
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Ist

IDTODAY NEWS – Di tengah perjalanan pemerintahannya untuk periode yang kedua, Presiden Joko Widodo tetiba menerima satu partai untuk bergabung ke dalam koalisi.

Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa Jokowi menerima Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini sudah dipimpin Zulkifli Hasan?

Sebagian pemerhati politik mulai menyangka-nyangka maksud dari Jokowi membuka ruang lebih ke PAN, yang saban hari sudah mulai bergulir ke wacana pemberian jatah kursi menteri.

Baca Juga  Soal Dalang “Jokowi End Game”, Joman: Yang Dikhawatirkan Bukan Oposisi, Tapi Lingkaran Jokowi Yang Bermental Brutus

Salah satu dugaan yang muncul ke hadapan publik adalah mengenai ketidakselerasan Jokowi dengan partai pengusung utamanya, yakni PDI Perjuangan.

Terkaan tersebut turut disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, yang menilai sikap mengakomodir PAN ke dalam koalisi sama dengan tanda PDIP dan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, sudah ditinggalkan Jokowi.

“Kalau Jokowi tinggalkan PDIP dan Mega dalam mengakomodir PAN di Kabinet, itu artinya Jokowi sudah talak tiga PDIP,” ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/9).

Baca Juga  Lawan Wabah Pakai Influencer, Demokrat: Itu Bukan Demokrasi, tapi Ketololan Digital

Selain itu, Muslim juga melihat tanda-tanda lainnya yang sudah muncul. Dia mengurai salah satu contohnya adalah keputusan Jokowi yang tidak lagi melibatkan PDIP dalam urusan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Covid malah di serahkan ke Luhut,” imbuhnya menegaskan.

Tak hanya itu, Muslim juga memandang sikap putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang sudah mulai mendekatkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai sikap politik membelot.

Baca Juga  Mengenal Sosok Najwa Shihab, Perempuan Cantik yang Akan Dinikahkan oleh Habib Rizieq Shihab

Menurut Muslim, gelagat Gibran memperlihatkan hubungan yang positif dengan Anies merupakan hasrat politik untuk maju bersama di Pilpres 2024 mendatang, dan sekaligus untuk menjadi rival PDIP ataupun Gerindra yanng digadang-gadang bakal mengawinkan sosok andalannya.

“Tanda lainnya Gibran di bawa ke Jakarta dan rumor berkembang mau dipasangkan dengan Anies di 2024. Kalau itu yang terjadi, watak asli Jokowi makin nampak. Prabowo juga di tinggal Jokowi, dan sekarang PDIP dan Megawati,” pungkas Muslim.

Baca Juga  Ribka Tak Wakili Sikap PDIP, Melki Laka Lena: Edy Wuryanto Dan Pak Ganjar Ikut Divaksin Kok

Sumber: rmol.id

  • Bagikan