Panas! Tawarkan Amien Rais 2 Opsi, Jubir PA 212: Hanya Komunis yang Relakan Nyawa demi Kepentingan Politik

  • Bagikan
Panas! Tawarkan Amien Rais 2 Opsi, Jubir PA 212: Hanya Komunis yang Relakan Nyawa demi Kepentingan Politik
Kolase Novel Bamukmin dan Amien Rais /seword.

IDTODAY NEWS – Situasi antara pihak Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab tampaknya semakin memanas usai keluarnya pernyataan dari pendiri Partai Ummat itu beberapa waktu lalu.

Adapun pernyataan tersebut, yaitu saat Amien Rais menyatakan bahwa secara kelembagaan Polri dan TNI tidak terlibat dalam peristiwa penembakan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Sebelumnya, Rizieq Shihab melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, sudah angkat bicara. Begitu pula dengan Novel Bamukmin.

Baca Juga  Namanya Disebut Irjen Napoleon di Sidang, Azis Syamsuddin: Saya Tak Merasa

Namun, baru-baru ini, Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu memberikan dua opsi kepada Amien Rais.

Ia juga memintanya untuk menyampaikan secara jujur fakta insiden penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020 lalu.

Novel menyebut pernyataan Amien Rais bahwa tidak ada keterlibatan TNI-Polri secara kelembagaan dalam kasus itu merupakan sebuah kebohongan.

Baca Juga  Habib Rizieq Sesak Nafas di Sel, Pengacara Sebut Polda Metro Jaya Lamban

Ditambah lagi Amien berstatus sebagai inisiator Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) laskar FPI sehingga menurut Novel, pernyataan tokoh gerakan reformasi 1998 itu bermakna penting.

Oleh karenanya, Novel sebagai Jubir PA 212 lantas menyodorkan dua pilihan kepada tokoh berusia 77 tahun tersebut.

“Amien Rais segera berikan klarifikasi kembali untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya atau TP3 dibubarkan saja,” tegas Novel kepada JPNN, dikutip terkini.id pasa Sabtu, 24 Juli 2021.

Baca Juga  Massa Jemput Habib Rizieq, Tol Bandara Padat Hingga 7 Km

Novel pun menduga Amien telah mendukung tindakan berbau komunisme yang telah mengorbankan nyawa enam laskar FPI.

“Hanya komunis yang merelakan nyawa dan tidak ada harganya demi kepentingan politik,” tandasnya.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan