Pangdam Jaya Temukan Pendemo Dijanjikan Uang, Polisi: Kita Selidiki

  • Bagikan
Sejumlah pengunjukrasa terlibat aksi dorong dengan polisi saat melakukan unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja, di Alun-alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2020). (Foto: ANTARA )
Sejumlah pengunjukrasa terlibat aksi dorong dengan polisi saat melakukan unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja, di Alun-alun Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2020). (Foto: ANTARA )

IDTODAY NEWS – Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan menemukan pengakuan perusuh saat demo omnibus law UU Cipta Kerja datang dari luar kota karena dijanjikan akan diberi uang setelah demo. Polda Metro Jaya mengatakan menyelidiki penemuan tersebut.

“Sedang kita selidiki, sedang diselidiki,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Sabtu (10/10/2020).

Yusri belum bisa memastikan berapa jumlah perusuh yang terindikasi dijanjikan uang. Dia mengatakan sedang melakukan pendalaman terhadap para perusuh demo UU Cipta Kerja.

Baca Juga  Terkuak di Persidangan, Ternyata Yaqut Perintahkan Anak Buahnya Laporkan Gus Nur ke Polisi

“Kita nggak bisa ini, kan, berapa orang, gimana. Nanti saja. Intinya, sedang pendalaman, ya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Kodam Jaya turut membantu polisi mengamankan demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta yang berakhir ricuh. Pihak TNI turut mengamankan para perusuh dan menemukan pengakuan mereka datang dari luar kota karena dijanjikan akan diberi uang setelah demo.

Baca Juga  Fadli Zon: Jokowi Janjikan Vaksin Merah Putih, Kok Jadi Vaksin Palu Arit?

“Ada beberapa yang kita tangkap. Mereka ini nggak paham tujuannya untuk apa, bahkan mereka ada yang dari Subang berangkat,” ujar Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dalam konferensi pers, Jumat (9/10).

Kepada pendemo itu, Dudung bertanya siapa yang menggerakkan rombongan dari Subang tersebut. Si pendemo mengaku memang ada yang memintanya datang dengan janji uang.

“Dia nggak bawa uang sama sekali, ada yang cuma (bawa) Rp 10 ribu. Saya bayangkan, nanti setelah demo, dia pulang pakai apa. Hasil dari HP yang kita lihat itu, dia dijanjikan setelah demo nanti dapat uang,” ujar Dudung.

Baca Juga  Ketum PRD: Dari Bansos sampai Pasal 33 Dirampok Penguasa

“Bahkan penggeraknya itu justru nggak datang ke Jakarta. Dia berhenti di Pamanukan. Kan kasihan seperti itu. Masyarakat-masyarakat yang tidak paham diberi informasi-informasi yang salah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, demo tolak omnibus law di Jakarta berujung ricuh di sejumlah titik, Kamis (8/10). Massa bentrok dengan polisi hingga terjadi pelemparan batu dan tembakan gas air mata.

Akibatnya, sejumlah fasilitas publik dirusak massa. Bahkan massa aksi demo membakar halte, pos polisi, hingga stasiun MRT. Bahkan gedung bioskop Grand Theater Senen, Jakarta Pusat, dibakar oleh massa yang rusuh.

Baca Juga  Politisi PDI-P: UU Cipta Kerja Bicara soal Kemajuan, tapi DPR Gagal Komunikasikan ke Masyarakat

Sumber: detik.com

  • Bagikan