Pendapat Dewi Fortuna Anwar, Pilpres AS Lebih Payah Dari Indonesia

Pendapat Dewi Fortuna Anwar, Pilpres AS Lebih Payah Dari Indonesia
Peneliti Senior LIPI Dewi Fortuna Anwar/RMOL

IDTODAY NEWS – Meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam pidatonya sangat simpatik dengan mengatakan bahwa ia adalah Presiden seluruh rakyat AS, namun tidak semua pendukung Donald Trump akan menerima hal tersebut.

Demikian disampaikan Peneliti Senior LIPI Dewi Fortuna Anwar, saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Smart FM dan Populi Center bertajuk “Biden Diantara Konsolidasi Dalam Negeri dan Pengaruh Luar Negeri” Sabtu (23/1).

Bacaan Lainnya

“Itu kita ragu, pendukung setianya Trump akan betul-betul mau menerima Biden sebagai Presiden mereka,” kata Dewi Fortuna.

Dewi mengatakan, gelagat itu tercermin dengan masih banyaknya Republican AS dalam hal ini pendukung dan simpatisan Donald Trump yang hingga kini masih mempercayai teori konspirasi.

“Kita lihat untuk negara besar dan begitu terdidik seperti AS orang yang percaya teori konspirasi luar biasa besarnya. Saya menonton CNN tadi malam ya, ini masih ada yang percaya bahwa Biden itu belum menang dan tidak akan dilantik jadi Presiden AS,” tuturnya.

Baca Juga  Ini Janji Joe Biden Bagi Muslim Amerika, Detik-detik Menuju Presiden AS

Menurut Dewi, warga AS yang terkenal dengan well educated dan negara demokrasi justru bersikap demikian.

Padahal, kata dia, warga AS mendapatkan informasi dari gadget terkait hal tersebut.

Atas dasar itu, Dewi menyebut bahwa polarisasi yang terjadi pasca Pilpres AS justru lebih parah ketimbang di Indonesia pada Pemilu 2019 lalu.

“Tapi itu tadi lebih payah dari Pilpres Indonesia,” katanya.

“Kita sudah bersatu malahan, kita terlalu juga kita kadang-kadang sehingga tidak ada oposisi di Indonesia. Tetapi disana begitu,” demikian Dewi Fortuna.

Narasumber lain dalam diskusi daring Smart FM dan Populi Center tersebut yakni Dosen Ilmu Politik, Departemen Hubungan Internasional, Universitas Paramadina Djayadi Hanan, Ekonom, Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono dan Dewan Penasihat KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Chris Kanter.

Baca Juga: Positif Covid-19, Doni Monardo Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Sumber: rmol.id

Pos terkait