Ahok Sudah Terlambat, Keberadaannya di Pertamina Sama Seperti Tiada, Akhirnya Diminta Pulkam
Presiden Joko Widodo didampingi Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama saat meninjau kilang PT TPPI, di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Ahok Trending di Twitter

IDTODAY NEWS – PT Pertamina mencatatkan kerugian mencapai Rp11 triliun pada Semester I 2020. Capaian kinerja Pertamina di tengah pandemi COVID-19 ini pun menjadi perbincangan panas di media sosial Twitter.

Kali ini, warganet malah menyoroti Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kinerja Ahok sebagai Komisaris jadi bahan bully-an.

Sore ini, nama Ahok mulai beranjak jadi yang terpopuler di Indonesia. Setidaknya sudah ada 1.945 tweet pada pukul 18.19 WIB.

Baca Juga  KPK Diminta Tidak Diam Soal Kerugian Pertamina, "Kami Anggap Anda Bagian Influencer"

“Ahok tidak becus kerja,” ujar salah satu warganet, @mpuanon dikutip Senin, 24 Agustus 2020.

Namun tak sedikit pula warganet yang mendukung Ahok. Menurutnya, Ahok bisa meminimalisir kerugian.

“Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, mungkin kerugian Pertamina bakal melonjak jadi 44 T,” ujar @TofaTofa_id.

Banyak perdebatan yang membahas masuknya Ahok sebagai Komisaris Pertamina itu. Pembelaan terhadap Ahok juga dibantah lagi oleh warganet lainnya.

Baca Juga  Erick Thohir Berencana Jual Saham Pertamina, PKS: BUMN Cuma Jadi Sapi Perah untuk Balas Jasa Politik

“Kalau tidak ada Ahok bisa rugi 33 T. *ini contoh narasi utk cebong biar mampu beragumen,” kata @DonAdam68.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina mengalami kerugian mencapai US$767,91 juta, atau setara Rp11,13 triliun pada Semester I-2010. Angka itu dengan asumsi kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat.

Baca Juga  Terungkap! Ternyata Pertamina Rugi Rp11 Triliun Karena Utang Pemerintah

Hal tersebut berbanding terbalik dengan capaian mereka pada periode yang sama 2019, di mana perusahaan minyak pelat merah itu mampu menghasilkan laba sebesar US$659,95 juta atau sekitar Rp9,56 triliun.

Dari ikhtisar laporan keuangan Pertamina per 30 Juni 2020 yang dikutip VIVA, terdapat penurunan penjualan dan pendapatan usaha sekitar 24,71 persen, dari US$25,54 miliar menjadi US$20,48 miliar.

Sumber: viva.co.id

Baca Juga  Ahok Bawa-Bawa Kadrun, Babe Haikal: Pernyataan Beliau Penuh Rasa Persatuan

Tinggalkan Balasan