Politisi Demokrat: Disuruh Mundur adalah Hal Biasa dan Risiko Jadi Pemimpin

  • Bagikan
Politisi Demokrat: Disuruh Mundur adalah Hal Biasa dan Risiko Jadi Pemimpin
Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo/ Sekretariat Prediden

IDTODAY NEWS – Wakil Sekretaris Jenderak (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Dermawan berkomentar soal desakan kepada pemimpin untuk mundur.

Menurut Ossy, kritik dan desakan untuk mundur merupakan hal biasa dan memang risiko menjadi pemimpin.

“Dikritik dan disuruh mundur adalah hal biasa dan merupakan resiko menjadi pemimpin,” katanya melalui akun twitter OssyDermawan pada Minggu, 11 Juli 2021.

Kritikan dan desakan itu, kata Ossy, seharusnya dijawab dengan kinerja yang lebih baik agar bisa selamat.

Baca Juga  Din Syamsuddin: Dubes Palestina Tidak Baca Seksama Karena Anggap Saya Sahabat

“Tinggal dijawab dengan kinerja yang lebih baik. Kalau bisa lebih baik ya selamat. Kalau makin buruk ya bisa juga ‘game over’. Tergantung,” jelasnya.

Selain itu, Ossy juga berpandangan bahwa kritik tidak harus disertai demgan solusi atas persoalan terkait.

“Kalau rakyat mau mengkritik diwajibkan menyiapkan solusi, ya keterlaluan,” ungkapnya.

Ossy membagikan cuitannya itu bersama tangkapan layar sebuah artikel tentang Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga  Baliho Puan Maharani Mejeng di Yogya, PDIP DIY: Mungkin dari Tim Mbak Puan

Tajuk artikel itu adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta SBY untuk mundur.

Artikel itu diterbitkan pada 27 Maret 2012, yakni pada masa SBY menjabat sebagai Presiden di periode kedua.

Pada gambar, nampak beberapa orang membawa spanduk protes soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Adapun belakangan ini, beberapa kali memang muncul desakan terhadap Presiden Jokowi untuk mundur melalui beberapa tagar di Twitter.

Baca Juga  2 Anggota FPI Bogor Ditangkap Terkait Pelemparan Bom Molotov Kantor PDIP

Sumber: terkini.id

  • Bagikan