PPKM Darurat, Menag Imbau Takbiran Dan Salat Idul Adha Di Rumah Masing-masing

  • Bagikan
PPKM Darurat, Menag Imbau Takbiran Dan Salat Idul Adha Di Rumah Masing-masing
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas /Net

IDTODAY NEWS – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau masyarakat muslim di Indonesia, khususnya yang berada di wilayah PPKM Darurat agar menggelar takbiran dan shalat Ied Adha 1442 Hijriyah di rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat jumpa pers secara virtual seusai sidang Isbat penetapan hari raya Idul Adha 1442 Hijriyah, pada Sabtu malam (10/7).

Baca Juga  Pangdam Jaya: 900-an Baliho Habib Rizieq Diturunkan, Warga Ikut Turunkan

Kami minta supaya takbiran dan shalat Ied Adha di wilayah PPKM Darurat dilakukan di rumah masing-masing,” ucap Gus Yaqut, sapaan karib Menag RI itu.

Gus Yaqut menuturkan, untuk menindaklanjuti ketetapan pemerintah pada masa Covid-19 dalam hal ini PPKM Darurat Jawa Bali, Kemenag RI sudah menerbitkan dua surat edaran sekaligus.

Pertama SE Menag Nomor 16 tahun 2021 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan malam takbiran idul adha dan pelaksanaan qurban tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi di luar PPKM Darurat.

Baca Juga  Novel PA 212 Kaitkan Penerapan PPKM Darurat dengan Rencana Aksi Mahasiswa

Kedua, SE Menag Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, shalat Ied dan petunjuk teknis pelaksanaan qurban tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi di wilayah PPKM Darurat.

Gus Yaqut menambahkan, peniadaan sementara peribadatan di wilayah PPKM Darurat ini menjadi mutlak karena kita tahu bahwa pandemi Covid-19 ini harus benar-benar kita atasi secara bersama-sama dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam hal ini pemeluk agama.

Baca Juga  Hoaks Soal Corona Konspirasi, Mahfud Md: Masih Ganggu Pemerintah Atasi Pandemi

“Sehingga kita semua dengan kesadaran secara penuh kemudian direspons dengan aturan pemerintah dengan menerbitkan edaran untuk meniadakan peribadatan sementara di tempat-tempat ibadah terutama tempat-tempat ibadah yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

Adapun, lanjut Gus Yaqut, untuk wilayah di luar PPKM Darurat yang tidak termasuk zona merah dan orange, peribadatan di tempat ibadah bisa dilakukan dengan memenuhi ketentuan yang sudah tercantum di SE Menteri Agama Menag Nomor 16 tahun 2021.

Baca Juga  MUI Protes Logonya Dicatut Kemenag di Acara Sertifikasi Penceramah

Sumber: rmol.id

  • Bagikan