PPP: Ade Irfan Pulungan Sekadar Mengingatkan Jusuf Kalla

PPP: Ade Irfan Pulungan Sekadar Mengingatkan Jusuf Kalla
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK)/RMOL

IDTODAY NEWS – Pernyataan Tenaga Ahli KSP, Ade Irfan Pulungan yang menduga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) ingin memanas-manasi keadaan, sebatas bertujuan untuk memberi peringatan.

Begitu ujar Sekertaris Fraksi PPP Achmad Baidowi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (14/2).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Ini yang Masih Akan Dilakukan BNPT

Menurutnya, Ade Irfan Pulungan sebatas mengingatkan agar mantan wapres itu tidak kebablasan dalam melontarkan pernyataan. Dia ingin menegaskan bahwa di era Presiden Joko Widodo sebenarnya banyak juga pihak yang mengkritik tapi tidak dilaporkan ke polisi.

“Saya kira apa yang dilakukan Irfan Pulungan itu kan sekadar mengingatkan Pak JK, kita lihat apa konteks Pak JK bicara seperti itu. Bagaimana caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi, tanpa dilaporkan ke polisi. Apakah semua sekarang yang mengkritik pemerintahan itu dipanggil polisi? Kan tidak,” ujarnya.

Baca Juga  Vaksin COVID Sinovac Halal, Legislator PPP: Tutup Perdebatan Soal Kehalalan

Baca Juga: Terungkap, Jubir Jokowi Fadjroel Rachman Aktif di GAR-ITB, Nah Silahkan Artikan…

Lebih lanjut, Baidowi mengatakan bahwa pihaknya tak masalah dengan kritik pedas disampaikan terbuka selama berbasiskan data lengkap.

“Saya kira seperti yang kami sampaikan, kalau kritiknya berbasis data ya itu sah-sah saja dilakukan disampaikan secara terbuka,” katanya.

Hal serupa juga harus dijadikan dasar bagi pihak-pihak kritis dalam menyambut ajakan Presiden Jokowi. Bahwa kritik yang disampaikan harus berlandaskan fakta.

Baca Juga  Din Syamsuddin Sarankan Jokowi Pecat Moeldoko, PPP: Tidak Ada Kaitan

“Saya kira itu yang dimaksudkan Pak Presiden Jokowi. Tapi kalau kemudian apa yang disampaikannya itu hanya nyinyir, isu, ya fitnah itu harus diproses secara hukum,” katanya.

Baca Juga: Tanggapi Laporan Alumni ITB terhadap Din Syamsuddin, Menag: Jangan Mudah Beri Label Radikal

Sumber: kompas.com

Pos terkait