Presiden Jokowi Diejek Kodok, Rudy: Kritik Boleh Saja Tapi yang Beretika
Foto lawas Jokowi-Rudy saat masih menjabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo. Rudy mengaku tidak terima mantan patnernya di Solo, Presiden Jokowi diejek Kodok. [Solopos/Dok]

Presiden Jokowi Diejek Kodok, Rudy: Kritik Boleh Saja Tapi yang Beretika

IDTODAY NEWS – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Solo yang juga mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menanggapi banyaknya yang menghina Presiden Jokowi hingga dikata-kata kodok.

Kondisi itu membuat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri tampak sedih bahkan sampai menangis saat mendengar Presiden Jokowi disebut kodok.

“Mengkritisi boleh-boleh saja. Tapi yang beretika,” terang Rudy saat ditemui, Sabtu (21/8/2021).

Baca Juga  Uang Jadi Faktor Penentu Kemenangan Bobby & Gibran di Pilkada 2020?

Rudy menegaskan, kalau ada yang mengatakan Presiden Jokowi kodok jangan. Karena Presiden Jokowi merupakan makhluk ciptaan Tuhan.

“Jangan lah kalau ada yang mengatain kodok. Beliau itu ciptaan Tuhan yang tidak sempurna, tidak ada manusia yang sempurna,” ujar tandem Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo ini.

Menurutnya, kalau ada kekurangan dan kelebihan dari Presiden Jokowi merupakan hal yang wajar. Namun, dalam hal mengkritisi atau mencaci maki boleh-boleh saya.

Baca Juga  Rico Marbun: Kejujuran Gibran soal Baliho Bukan Berarti Tidak Mendukung Puan Maharani

“Harusnya tidak hanya mengkritisi dan mencaci maki. Tapi juga bagaimana memberikan solusi dan itu sangat baik kalau menurut Mbak Mega itu jantan,” paparnya.

Rudy menilai jika Megawati yang sedih dan menangis ketika Jokowi dihina merupakan hal yang wajar. Megawati Sukarnoputri dan Jokowi memang sangat dekat, sama seperti dulu.

“Ya, kalau tidak dekat dan sayang tidak dicalonkan lagi sebagai presiden dari PDI Perjuangan. Bahkan waktu dicalonkan sebagai wali kota,” ungkap dia.

Baca Juga  Reshuffle Kabinet, Rabu Pon itu Hari Sakral Presiden Jokowi

Rudy mengatakan, maunya beliau (Megawati-red) bahwa mau mengkritisi kepala negara itu sah-sah saja. Namun, kritisi lah dengan yang menggunakan etika sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai ideologi Pancasila.

“Itu yang kira-kira yang diinginkan oleh ketua umumnya saya seperti itu. Sehingga hal-hal yang sekiranya itu tidak pantas, ya tidak perlu disampaikan,” sambungnya.

Rudy menambahkan, kalau perlu mintanya datang saja. Bicara dan memberikan solusi untuk kebaikan.

Baca Juga  Jokowi Ubah Bansos Sembako Jadi BLT, HNW: Langkah Yang Seharusnya Dilakukan

Sumber: suara.com

Tinggalkan Balasan