Puan Diminta Belajar Sejarah, Arteria Dahlan: Tidak Perlu, Dia Cucu Sukarno

  • Bagikan
Arteria Dahlan
Arteria Dahlan di ILC. (Youtube/IndonesiaLawyersClub)

IDTODAY NEWS – Politisi PDIP Arteria Dahlan meminta agar publik tidak membesar-besarkan pernyataan Puan Maharani tentang Sumatera Barat.

Arteria mengatakan tidak ada maksud penghinaan terhadap orang Minang dalam pernyataan yang dilontakan Puan saat mengumumkan Calon Kepala Daerah dari PDIP.

“Tidak ada niat tidak ada maksud, tidak ada tujuan Mbak Puan untuk melecehkan, menghina, merendahkan, menjelekkan, apalagi menyerang harkat dan martabat orang Minang,” kata Arteria dilansir dari tayangan Indonesia Lawyers Club TV One, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga  Penghapusan Mural "404: Not Found" Bisa Memicu Perlawanan Rakyat Lebih Besar

Anggota DPR RI itu menjelaskan konteks ucapan Puan adalah untuk disampaikan secara internal kepada para kader PDIP di Sumatera Barat dan tidak ada kaitannya dengan etnis atau suku tertentu.

“Tidak perlu lah dibesar-besarkan. Saya juga mohon lah sama Bang Fadli. Mbak Puan itu tidak menyinggung suku etnis, yang dia katakan kan wilayah administratif Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat,” tutur Arteria.

Baca Juga  Tuntut Telkomsel Rp1 T, Denny Siregar Malah Dapat Telpon Rayuan dari Jokower

Arteria juga mengungkit soal pernyataan wartawan senior Hasril Chaniago yang membahas tentang pemahaman sejarah yang bisa menimbulkan kesalahan.

Menurut Arteria, Puan Maharani sudah cukup mengetahui sejarah dilihat dari silsilah keluarganya.

“Tadi dikatakan Mbak Puan belajar sejarah. Mbak Puan tidak ahistoris. Mbak Puan tidak perlu diajarkan. Karena apa? Langsung berhubungan, kakeknya Soekarno, ibunya Megawati, bapaknya Pak Taufiek legenda kaum nasionalis,” ujar Arteria.

Baca Juga  Pesan Penting Jokowi Untuk Para PNS, Catat!

“Mbak Puan pada posisi ini sudah bisa membuktikan bahwa dia tidak hanya anak biologis Megawati, cucu biologisnya Bung Soekarno. Tapi juga bisa membuktikan bahwa dia anak ideologis sekaligus cucu ideologisnya Bung Karno,” sambung politisi 45 tahun tersebut.

Puan Maharani menjadi perbincangan publik usai pernyataannya yang dianggap menyinggung masyarakat Sumatera Barat.

“Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila,” demikian kata Puan dalam rapat virtual tersebut.

Baca Juga  Prof Ariel: Bubarkan Ormas Tanpa Pengadilan, Ada yang Masih Nanya Otoriternya di Mana?

Sumber: suara.com

  • Bagikan