Qodari Usulkan Jokowi-Prabowo 2024 agar Jin-Jin Politik Identitas Dapat Dimasukkan Kembali ke Dalam Botol

  • Bagikan
M Qodari
M Qodari usung duet Jokowi Prabowo di Pilpres 2024/ Mata Najwa

IDTODAY NEWS – Direktur Indo Barometer, Muhammad Qodari mengemukakan alasannya mengusulkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Qodari mengibaratkan bahwa memilih Jokowi-Prabowo 2024 adalah cara agar jin-jin politik identitas yang menghantui Indonesia dapat dimasukkan kembali ke dalam botol.

Hal tersebut diungkapkan Qodari dalam diskusi yang tayang di kanal YouTube Integrity Law Firm pada Jumat, 17 September 2021.

Baca Juga  Pamer Sumbangan Pengusaha Tionghoa, Ade Armando Senggol Pengusaha Pribumi

Qodari menyebut skenario di mana di Pilpres 2024 akan lahir pasangan tunggal, yakni Jokowi-Prabowo yang kemudian berhadapan dengan kotak kosong.

Jika berhadapan dengan kotak kosong, kata Qodari, maka otomatis tensi politik akan turun.

“Singkatnya ini adalah mekanisme rem darurat buat saya, agar jin-jin politik identitas dimasukkan kembali ke dalam botol,” katanya, dilansir dari GenPi.

Kita punya waktu lagi 5 tahun ke depan memasukkan jin ke dalam botol dan pada gilirannya nanti kita menuju situasi kondisi yang lebih baik,” sambungnya.

Baca Juga  Ucapkan Selamat HUT PAN, Erick Thohir dan Anies Baswedan Kompak, Pertanda Apa?

Qodari juga mengungkapkan bahwa usulan tersebut ia sampaikan karena menurutnya persoalan politik identitas harus diantisipasi dari saat ini.

Dalam diskusi tersebut, juga hadir Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun yang merespons usulan M Qodari.

Refly Harun tak setuju dengan Qodari bahwa solusi dari polarisasi di Indonesia adalah menyatukan Jokowi-Prabowo dengan konsekuensi Jokowi 3 periode.

Menurutnya, solusi yang lebih tepat adalah drngan menghilangkan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Baca Juga  Saiful Anam: Harus Sadar Diri, Tidak Mungkin PDIP Rela Dukung Prabowo Di Pilpres 2024

“Maka saya mengatakan bukan itu, yaitu menghilangkan presidential threshold, karena threshold inilah yang menurut saya menjadi pangkal masalah,” kata Refly Harun.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan