Rahmad Handoyo Minta Tracing Dimasifkan Selama Pemberlakuan PPKM

Rahmad Handoyo Minta Tracing Dimasifkan Selama Pemberlakuan PPKM
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo/RMOL

IDTODAY NEWS – Indikator sebaran Covid-19 yang tinggi menjadi alasan mendasar Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 8 Februari.

“Tidak ada alasan untuk tidak, memang harus diperpanjang,” tutur anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo kepada wartawan, Kamis (21/1).

Bacaan Lainnya

Namun demikian, dia mengingatkan bahwa PPKM memiliki sejumlah kunci keberhasilan yang harus diperhatikan. Pertama mengenai evaluasi tahap awal, khususnya tentang bagaimana agar kedisiplinan warga menjadi harga mati tidak boleh ditawar dalam pelaksanaan protokol kesehatan

PPKM, sambungnya, harus benar-benar diterapkan sesuai dengan pembatasan yang diatur. Sehingga, corona bisa mulai turun pada minggu ketiga Februari.

“Pembatasan segala bentuk kegiatan yang telah sesuai ditetapkan di dalam PPKM itu, terkait dengan perkantoran, kemudian tempat perbelanjaan, kemudian pergerakan acara-acara yang menimbulkan kerumunan benar-benar harus ketat,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, politisi PDIP tersebut menekankan agar pemerintah masif dalam melakukan pelacakan, sehingga warga yang terpapar bisa segera menjalani perawatan atau isolasi mandiri.

Baca Juga  Jokowi Sebut PPKM Tidak Efektif, DPR Minta Pemerintah Pikirkan Formulasi Baru Atasi Lonjakan Covid-19

“Catatan berikutnya agar tracing baik dari sisi uji laboratorium baik PCR ataupun antigen dimasifkan kembali. Jadi saya kira tiga hal itu ya, penerapan disiplin, pembatasan masyarakat beraktivitas dan terakhir bagaimana upaya tracing diperbanyak,” demikian Rahmad.

Baca Juga: Intimidasi Dan Pembungkaman Dengan Modus Tes Swab Adalah Ancaman Serius Bagi Demokrasi

Sumber: rmol.id

Pos terkait