Rayuan Maut India untuk Tesla: Bikin Mobil di India Lebih Murah Dibanding di China

Rayuan Maut India untuk Tesla: Bikin Mobil di India Lebih Murah Dibanding di China
Pabrk Tesla di Jerman. India kini tengah merayu Tesla untuk membangun pabrik keduanya di Asia di negara merek. (Foto: Getty Images/Sean Gallup)

IDTODAY NEWS – Tesla berencana membangun pabrik keduanya di Asia setelah China. India, yang kabarnya jadi calon terkuat lokasi pabrik tersebut, memberikan rayuan maut supaya produsen mobil listrik itu mau berinvestasi di negaranya.

Tak main-main, India menjanjikan kalau Tesla akan mendapatkan biaya produksi mobil yang lebih murah bahkan dibanding dengan pabrik mereka yang ada di Shanghai, China.

Bacaan Lainnya

Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari mengungkapkan telah memberikan beberapa tawaran insentif kepada Tesla merealisasikan rencana investasi di negaranya. Hal ini dilakukan setelah Elon Musk dilaporkan mendaftarkan sebuah perusahaannya di India, yang menjadi salah satu langkah Tesla untuk memasuki negara tersebut.

Baca Juga: Ceritakan Detik-detik Penangkapan Nurdin Abdullah, KPK: Dia Tak Kooperatif Lama Keluar dari Kamar

“Daripada (sekadar) merakit mobil di India, mereka harusnya membuat seluruh produk di dalam negeri dengan menyewa vendor lokal. Kemudian kami dapat memberikan konsesi yang lebih tinggi,” kata Gadkari dikutip Reuters.

Baca Juga  Peneliti Australia Temukan 380 Penjara untuk Etnis Uighur di Xinjiang, Cina

“Pemerintah akan memastikan biaya produksi Tesla yang paling rendah jika dibandingkan negara lain di dunia, bahkan China. Ketika akan mulai memproduksi mobil di India, kami akan memastikan hal itu,” ungkap Gadkari.

Selain memiliki pasar otomotif yang besar, Gadkari mengatakan India bisa menjadi pusat ekspor baterai lithium-ion, terlebih mereka membuat komponen baterai sekitar 80% secara lokal. “Saya pikir ini adalah win-win solution untuk Tesla,” tambah dia.

Pemerintah India ingin meningkatkan manufaktur lokal kendaraan listrik, baterai dan komponen lainnya demi memangkas biaya impor yang mahal. Di samping itu, India juga tengah memiliki misi besar untuk menekan tingkat polusi di sejumlah kota besar.

Namun pasar otomotif di India saat ini hanya menyumbang 5.000 unit mobil listrik dari total 2,4 juta mobil pada tahun 2020. Faktor ini disebabkan karena infrastruktur pengisian daya yang belum memadai serta tingginya harga mobil listrik.

Sebaliknya, penjualan mobil listrik Tesla di China laku keras, di mana telah terjual 1,25 juta unit mobil listrik pada 2020. Bahkan China menyumbang lebih dari sepertiga penjualan mobil Tesla secara global.

Tahun lalu India telah memperkenalkan aturan emisi yang lebih ketat bagi produsen mobil agar mengikuti standar internasional. Selain itu India juga melakukan perjanjian di Paris soal beralih ke energi yang bersih dan mengurangi polusi kendaraan.

Baca Juga  China Larang Simbol Islam di Sanya, Siswi Tak Boleh Pakai Jilbab

Gadkari sendiri belum bisa memutuskan secara langsung soal investasi Tesla di India. Tetapi dengan adanya regulasi baru, hal ini akan memenuhi komitmen perjanjian Paris tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan dan lingkungan akan berjalan beriringan. Nantinya kita masih membutuhkan waktu, tapi sebentar lagi bisa mencapai standar internasional,” jelasnya.

Baca Juga: Hencky Luntungan Tak Hadiri KLB Karena Dana Transportasi, Herman Khaeron: Sejak Awal Bukan Gerakan Organisasi

Sumber: detik.com

Pos terkait