Rektor UIC: Melarang Deklarasi KAMI Merupakan Kesalahan Luar Biasa

KAMI
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo deklarasikan KAMI di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (18/9). (Foto: GATRA/Raditia/ton)

IDTODAY NEWS – Sosiolog Musni Umar menilai, menghambat atau melarang deklarasi Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI), merupakan sebuah kesalahan yang luar biasa.

Pasalnya, Musni menyebut, mencegah atau melarang deklarasi KAMI, justru membuat gerakan moral bentukan Din Syamsuddin cs itu makin membesar.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Musni terkait maraknya aksi penolakan terhadap acara deklarasi KAMI di sejumlah daerah.

“Jadi ini suatu kesalahan luar biasa melarang atau mencegah atau menentang deklarasi-deklarasi KAMI. Justru mereka itulah yang semakin membesarkan KAMI,”

kata Musni dalam video di akun YouTube-nya, dilihat netralnews.com, Selasa (22/9/2020).

Dijelaskan Musni, sebuah organisasi akan populer dan mendapat dukungan publik jika kemunculannya diwarnai dengan aksi protes dan penolakan sejumlah pihak.

“Semakin kita hambat suatu organisasi, maka akan semakin populer di masyarakat, semakin mendapatkan dukungan,” ujar Musni.

“Jadi kalau KAMI ini segera mendapatkan dukungan yang hebat, itu karena ulah kita juga, mengapa? Karena kita hambat mereka,” sambungnya.

Baca Juga  Jokowi Posting Kalimat Ini di Akun Facebook di Tengah Isu Reshuffle Kabinet

Apalagi, lanjut Musni, pendapat miring dan upaya menghambat kegiatan KAMI selalu jadi sorotan media dan ramai diperbincangkan publik, sehingga gerakan yang dideklarasikan pada 18 Agustus lalu itu makin mendapat simpati dan dukungan masyarakat.

“Berbagai pernyataan kemudian hambatan di lapangan dalam pelaksanaan deklarasi, itu kemudian diberitakan media dan akhirnya nama KAMI ini sejak dideklarasikan, itu terus muncul di permukaan, tidak pernah hilang, terus diperbincangkan publik dan semakin populer,” jelas Musni.

“Nah semakin populer (KAMI) ini semakin tidak dibendung karena banyak orang ingin berhimpun di situ,” pungkas Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu.

Sumber: netralnews.com

Pos terkait