Relawan Jokowi ke Moeldoko: Stop! Jangan Bikin Gaduh, 2024 Masih Jauh, Jangan Ngebet duluan

KSP Moeldoko dalam webinar ‘KSP Mendengar’ sesi 9. (Foto: pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Koordinator Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ) Adi Kurniawan mengirimkan peringatan yang ditujukan kepada Kepala Staf Presiden, Moeldoko.

Relawan Jokowi itu meminta Moeldoko agar fokus membantu kerja-kerja Kepala Negara.

Daripada malah terlibat dalam polemik manuver kudeta partai Demokrat.

“Sebagai kepala KSP, Pak Moeldoko seharusnya fokus bantu Presiden pikirkan nasib Indonesia di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya dilansir dari JawaPos.com (jaringan pojoksatu.id).

“Bukan malah sibuk melakukan manuver politik,” sambung Adi Kurniawan.

Jangan sampai, ingatnya, kepercayaan rakyat kepada pemerintah malah makin menjadi berkurang.

Baca Juga  JK Usul Dibikin Rambu Kritik, Gde Siriana: Kalau Petani Bisa Beli Susu, Lama-lama Kritik Hilang

Baca Juga: Saleh Daulay: Pelapor Din Syamsuddin Itu Kelompok Kecil Mengatasnamakan ITB

“Jadi, stoplah, jangan buat gaduh. 2024 masih lama. Jangan ngebet duluan,” kecamnya.

“Fokus tangani Pandemi covid-19 lebih penting ketimbang urus Partai Demokrat,” imbuh Adi Kurniawan.

Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) ini menilai, sejauh ini pemerintah terlihat belum mampu menangani persoalan pandemi Covid-19.

Karena sudah setahun lebih persoalan pandemi ini menimpa Indonesia, tapi masih juga belum terlihat tanda-tanda adanya kondisi yang membaik.

Baca Juga  Amien Rais: Digagas Jokowi, Omnibus Law Picu Freeportisasi

“Rakyat makin sulit buat bertahan hidup, sementara data angka Covid-19 makin meningkat setiap harinya,” ujarnya.

Baca Juga: Kelola Toilet di Danau Toba, Luhut Gandeng Perusahaan Swiss

Untuk itu, pihaknya meminta mantan Panglima TNI era Presiden SBY itu agar berhati-hati dalam mengambil indakan.

“Karena beliau adalah pejabat publik perpanjangan tangan presiden,” ingatnya.

Adi juga menjelaskan, langkah-langkah Moeldoko melakukan upaya kudeta di tubuh PD kontra produktif dan bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan Presiden Jokowi dalam memulihkan kondisi Indonesia agar keluar dari situasi pandemi.

Baca Juga  Nadiem Kembali Eksis di Medsos, DPR: Pejabat Jangan Takut Kritik

AHY juga mengungkapkan telah mengirim surat pada Presiden untuk meminta klarifikasi tentang keterlibatan pejabat Istana serta klaim bahwa Presiden merestui upaya tersebut.

Moeldoko pun tidak menyangkal. Mantan Panglima TNI itu mengakui bertemu dengan sejumlah kader Demokrat untuk ngopi-ngopi dan berdalih ada perselisihan internal.

Tapi alasan-alasan ini terbantahkan ketika diberitakan Presiden Jokowi menegur Moeldoko atas manuvernya ini.

Baca Juga: Viral Jokowi Foto Bareng Abu Janda, Istana: Itu Foto Lama

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan