Respons AHY dan Ibas, Jubir Presiden: Indonesia Membuktikan Kebersamaan Hadapi Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Respons AHY dan Ibas, Jubir Presiden: Indonesia Membuktikan Kebersamaan Hadapi Pandemi Covid-19
Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. (Doc Jitunews)

IDTODAY.CO – Dua pimpinan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mempertanyakan kemampuan negara dalam menangani Covid-19.

Juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan bahwa Jokowi sudah menjalankan kewajiban untuk melindungi bangsa Indonesia.

“Presiden Joko Widodo menjalankan kewajiban konstitusional, ‘Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.’ Kewajiban konstitusional tersebut salah satu wujudnya adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah sebagai upaya bersama untuk melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar dari ancaman sangat berbahaya dari penyebaran Covid-19,” kata Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7).

Baca Juga  Panca: Gimana Lo Mau Tenggelamkan Demokrat, sementara Hasil Surveinya Terus Naik

Fadjroel mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan adalah cara paling utama dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan karena saat ini cara paling utama mencegah penyebaran adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan 5M, yaitu (1) memakai masker dengan benar; (2) mencuci tangan dengan sabun; (3) menjaga jarak; (4) menjauhi kerumunan, dan; (5) mengurangi mobilitas,” jelasnya.

Tak hanya PPKM Darurat, vaksinasi Covid-19 juga merupakan salah satu upaya penyelamatan masyarakat.

Baca Juga  Detik-detik Ketua DPR Matikan Mikrofon Anggota yang Protes RUU Cipta Kerja

“Presiden Joko Widodo telah berhasil melakukan diplomasi bilateral dan multilateral dalam pengadaan vaksin. Saat ini, per Juni 2021, Indonesia telah memiliki 93.728.400 dosis vaksin dan 45 juta orang telah divaksin,” katanya.

Fadjroel mengatakan pemerintah telah menjalankan tiga strategi di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi selama pandemi. Fadjroel mengatakan bahwa anggaran Rp695,2 triliun pada tahun 2020 dan Rp699,43 triliun pada 2021 telah digelontorkan untuk menjalan strategi tersebut.

Baca Juga  Jokowi Harus Berani Evaluasi Dan Sanksi Luhut Karena Gagal Jalankan PPKM Darurat

“Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan bahwa anggaran kesehatan di masa PPKM Darurat senilai Rp193,93 triliun dari sebelumnya Rp182 triliun, yang juga sudah naik dari alokasi awal Rp172 triliun. Penambahan anggaran itu antara lain untuk pembiayaan program pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan sebanyak 230 ribuan pasien Covid-19, membayar insentif tenaga medis dan kesehatan, santunan kematian, membeli obat-obatan, dan alat pelindung diri (APD). Tambahan anggaran tersebut juga termasuk pengadaan 53,9 juta dosis Vaksin Covid-19, membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk 19,15 juta penduduk, dan insentif perpajakan sektor kesehatan,” jelas Fadjroel.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Bisa Melandai Jika PPKM Dibarengi Kedisiplinan Menjalankan Prokes

Fadjroel mengatakan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan tambahan anggaran Rp6,1 triliun untuk bantuan sosial Juli-Agustus. Belum lagi bantuan subsidi listrik dan internet untuk pendidikan.

“Sedangkan alokasi Semester I Rp11,9 Triliun, total anggaran Rp 18 Triliun. Kemudian percepatan penyaluran melalui redesain Kebijakan BLT Desa Rp28,8 Triliun untuk 8 juta KPM. Sedangkan percepatan penyaluran kuartal 3 awal Juli 2021 alokasi senilai Rp28,31 triliun untuk 10 juta KPM, juga percepatan penyaluran Kartu Sembako pada awal Juli 2021 dengan alokasi Rp40,19 Triliun untuk 18,8 juta KPM,” ungkap dia.

Baca Juga  AHY Cocok Damping Puan Maharani Di Pilpres 2024? Tapi ini Cuma Kata Ruhut Sitompul

“Pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran Rp7,58 triliun untuk menanggung biaya program diskon listrik bagi sekitar 32,6 juta pelanggan, yang dalam kondisi PPKM Darurat ini diperpanjang sampai bulan September 2021,” lanjut Fadjroel.

Fadjroel menegaskan bahwa Indonesia peduli dan bergotong royong menghadapi pandemi Covid-19.

“Bangsa Indonesia telah membuktikan kesalingpedulian dan kebersamaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo mempercayai bahwa bangsa Indonesia mampu menerapkan protokol kesehatan baik selama PPKM Darurat dan setelahnya. Presiden berterimakasih atas gotong royong semua pihak, khususnya tenaga kesehatan, relawan, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, dan lainnya. Mari kita saling menjaga, sayangi diri kita, sayangi orang lain, serta bergotong royong menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Baca Juga  Maruf Amin: Di Masa Pandemi, Pers Harus Terus Sajikan Informasi Faktual

Sumber: jitunews.com

  • Bagikan