Ribuan Buruh Bakal Demo di Dekat Istana, Akses Jalan Mulai Ditutup

Perempatan Harmoni ke arah kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, diblokade kawat berduri sejak sekitar pukul 10.30, sehubungan dengan rencana aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja yang dilakukan berbagai elemen pada hari ini, Selasa (20/10/2020).(Foto: Vitorio Mantalean/Kompas.com)

IDTODAY NEWS – Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) akan menggelar aksi demo tolak UU Omnibus Cipta Kerja di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/10/2020). Akses jalan menuju Istana mulai ditutup.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi sekira pukul 09.30 WIB tampak massa yang ingin melakukan aksi belum terlihat berkumpul dan berdatangan. Terlihat hanya satu mobil komando buruh sudah terparkir di kawasan ini.

Aparat kepolisian sudah mulai berkumpul dan bersiaga di depan Gedung Sapta Pesona dan di Gedung Kemenko Polhukam. Kendaraan taktis baru terlihat dua buah yang terparkir di lokasi.

Sementara itu tampak arus lalu lintas di lokasi masih tampak dibuka sebagian. Lalu lintas dari arah Jalan MH Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka Barat mengarah ke Istana sudah mulai ditutup barrier kawat berduri hingga beton. Namun arah sebaliknya masih dibuka sebagian.

Sementara itu arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Budi Kemuliaan masih tampak lancar dan dibuka Begitu juga arah sebaliknya.

Terlihat barrier kawat berduri juga sudah disiagakan di lokasi. Beton-beton juga tampak di lokasi. Penyekatan kawat berduri hingga beton akan dibentangkan ketika massa mulai berdatangan.

Adapun pantauan dari kawasan Tugu Tani juga masih tampak lengang. Belum terlihat adanya massa buruh yang berkumpul. Terlihat hanya baru satu dua massa mulai mengarah ke lokasi.

Tugu Tani nantinya akan menjadi titik kumpul massa untuk kemudian longmarch menuju Istana.

Baca Juga  Demo Omnibus Law Rusuh, KSP: Setiap Kekerasan akan Ditindak

Lebih lanjut, tak hanya massa buruh dari FSP LEM SPSI yang akan menggelar aksi, tapi juga massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) akan melakukan aksi serupa. Massa GEBRAK akan lebih dulu berkumpul di depan Kantor ILO kemudian longmarch ke Istana.

Berdasarkan agenda juga para santri akan trut serta dalam aksi kali ini. Mereka akan turun bertepatan Hari Santri Nasional.

Sebelumnya, Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) akan menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga  Polisi Ciduk 1.192 Massa Penolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Berdasarkan agenda yang diterima oleh Suara.com, aksi tersebut akan dimulai pukul 09.00 WIB. Diawali dengan longmarch mendekat menuju Istana Negara.

“Iya betul kami FSP LEM SPSI akan menggelar aksi hari ini ke Istana,” kata Koordinator Lapangan buruh FSP LEM SPSI, M Sidarta melalui pesan singkat kepada Suara.com, Kamis (22/10).

Menurutnya, tuntutan dari adanya aksi buruh FSP LEM SPSI ini yakni ada 3 hal. Pertama, lindungi rakyat, Presiden Joko Widodo harus terbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), terakhir cabut UU Omnibus Cipta Kerja.

Ia menambahkan, dalam aksi kali ini ditargetkan akan diikuti ribuan buruh dari seluruh wilayah. Mereka akan turut mengawali aksi dengan longmarch dari Kawasan Tugu Tani menuju Istana.

Sumber: suara.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan