Rocky Gerung Minta Menlu Retno Hati-hati Susun Teks Pidato Jokowi

  • Bagikan
ROCKY Gerung dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).* /Kolase tangkapan layar YouTube/Rocky Gerung Official dan Instagram/jokowi (Foto: Pikiran-rakyat.com)
ROCKY Gerung dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).* /Kolase tangkapan layar YouTube/Rocky Gerung Official dan Instagram/jokowi (Foto: Pikiran-rakyat.com)

IDTODAY NEWS – Apologi akan menjadi menu utama yang akan disajikan Presiden Joko Widodo saat berpidato secara virtual di Sidang Umum PBB pekan depan.

Apologi ini berkaitan dengan ketidakberesan manajemen Indonesia dalam menangani Covid-19, tapi kemudian akan dibandingkan dengan ketidakberesan di negara lain.

Begitu prediksi pakar filsafat Rocky Gerung dalam menerawang pidato perdana Jokowi di Sidang Umum PBB, dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (20/9).

Baca Juga  Jokowi Minta Masyarakat Saling Jaga Agar Kasus Covid-19 Tak Naik Lagi

“Jadi presiden pasti, dalam pikiran saya, akan mengiyakan ada krisis ekonomi juncto krisis Covid-19. Tapi beliau nanti akan bandingkan, dia mau ulang aja bandingkan dengan “negara lain juga mengalami hal yang sama, dan kami masih lumayan pertumbuhannya dan masih ada sisa 2 minggu untuk melihat progres di dalam ekonomi sehingga mudah-mudahan tidak terjadi resesi”,” ujarnya.

“Kira-kira yang akan muncul pertama adalah apologi,” lanjut Rocky.

Baca Juga  KPU Tentukan Nasib Arief Budiman Sore Ini

Namun persoalannya, kata Rocky, Presiden Jokowi akan dibully oleh pers dunia. Apalagi kini Indonesia dalam perundungan oleh 50 lebih negara yang melarang WNI masuk.

“Meyakinkan pers dunia bukan meyakinkan General Assembly. Sidang Umum tentu akan sopan-sopan, silakan presiden berpidato. Tapi bagi pers dunia itu dia akan dibully habis itu,” kata Rocky.

Untuk itu, Rocky mengingatkan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam menyiapkan bahan presentasi Jokowi dengan baik.

Baca Juga  Rocky Gerung Sebut Ada Strategi Istana Menjebak Gatot Nurmantyo

“Hati-hati Ibu Menteri Luar Negeri. Sebab nanti akan terbaca, pengetahuan presiden tuh akan terbaca dalam ekspresi dia selama berpidato melalui webinar itu tuh,” pungkas Rocky.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan