Ruang Jaksa Pinangki di Kejagung Terbakar, Hidayat Nur Wahid: Barbuk Djoko Tjandra Aman?
Penampakan bendera Merah Putih turut terbakar di Kejaksaan Agung. (Foto: Suara.com/Novian Ardiansyah)

Ruang Jaksa Pinangki di Kejagung Terbakar, Hidayat Nur Wahid: Barbuk Djoko Tjandra Aman?

IDTODAY NEWS – Politikus PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW mempertanyakan barang bukti kasus suap Djoko Tjandra yang mungkin masih ada di ruang kerja oknum jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Pasalnya, ruang kerja Jaksa Pinangki yang kekinian sudah ditahan, ikut terbakar dalam insiden kebakaran gedung Kejaksaan Agung, Sabtu akhir pekan lalu.

Kekhawatiran disampaikan oleh HNW melalui akun Twitter miliknya @hnurwahid. HNW mempertanyakan keamanan barang bukti berkaitan dengan kasus Djoko Tjandra yang bisa saja masih berada di ruang kerja Pinangki.

Baca Juga  Hidayat Nur Wahid Minta Jaringan 'Orang Gila' Peneror Ulama Diusut

“Bagaimana dengan barang bukti Djoko Tjandra? dan lain-lainnya? Benar-benar amankah?” tanya HNW seperti dikutip Suara.com, Senin (24/8/2020).

HNW meminta agar pemerintah segera melakukan penyelidikan mendalam atas insiden kebakaran yang menghanguskan gedung Kejagung pada Sabtu (22/8/2020).

Wakil Ketua MPR RI itu juga meminta pemerintah melibatkan pihak independen guna mengungkap penyebab kebakaran.

“Agar tak jadi bola liar, seharusnya segera dilakukan penyelidikan forensik dan transparan soal ‘kebakaran’ ini dengan melibatkan pihak independen juga,” ungkap HNW.

Baca Juga  Balas Natalius Pigai Soal Selamat Natal, Ruhut Sitompul: Congor Kau Asbun

Mahfud MD Minta Tak Spekulatif

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi Sabtu malam (22/8), pukul 19.10 WIB. Api dilaporkan berasal dari lantai enam gedung utama Kantor Kopr Adhyaksa tersebut, lalu menjalar ke lantai 5, 4, 3, 2, dan 1.

Selain membakar ruang kerja Kepala Kejaksaan Agung, api juga membakar ruangan bidang intelijen, kepegawaian, dan administrasi. Ruang kerja Pinangki menjadi salah satu ruangan yang ikut terbakar.

Baca Juga  Kritik KPK, PPP Sarankan Polri Ikut Garap Kasus Jaksa Pinangki

Menko Polhukam Mahfud MD meminta agar siapapun tidak spekulatif atas peristiwa kebakaran tersebut.

“Semua akan dijelaskan intel kalau kenapa (ruang jaksa) Pinangki terbakar itu sudah spekulasi, kita tunggu. Kita nggak boleh spekulatif,” ungkap Mahfud M.

Diduga Terima Suap Rp 7 M

Penetapan status tersangka terhadap Jaksa Pinangki dilakukan usai penyidik mengklaim telah memiliki bukti permulaan yang cukup. Penetapan setatus tersangka tersebut dilakukan pada Selasa (11/8) malam kemarin.

Baca Juga  Soroti Intoleransi Di Tengah Pandemi, Jokowi: Sensitivitas Agama Harus Dihormati

“Maka tadi malam penyidik berkesimpulan berdasarkan bukti-bukti diperoleh, telah dirasakan cukup diduga terjadi tindakan pidana korupsi, sehingga ditetapkan tersangkanya yaitu inisialnya PSM (Pinangki Sirna Malasari),” jelas Hari.

Dalam perkara ini, Dit Jampidsus Kejaksaan Agung RI pun masih menelusuri nominal uang gratifikasi yang diduga diterima tersangka Jaksa Pinangki. Namun, berdasar hasil penyidikan sementara nominal uang gratifikasi yang diduga diterima oleh Jaksa Pinangki yakni mencapai angka USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar.

Baca Juga  Perpres Jokowi: Menkes Bisa Tunjuk Badan Usaha Nasional atau Asing sebagai Penyedia Vaksin Covid-19

“Sementara kemarin yang beredar di media maupun hasil pemeriksaan pengawasan itu kan diduga sekitar USD 500 ribu, kalau dirupiahkan kira-kira Rp 7 miliar. Silahkan dihitung karena fluktuasi nilai dolar kita tidak bisa pastikan tetapi dugaannya sekitar 500 ribu US Dolar,” ungkap Hari.

Atas perbuatannya, Jaksa Pinangki dipersangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dia terancam dengan hukuman lima tahun penjara.

Baca Juga  Irjen Napoleon Seret Nama Kabareskrim hingga Pimpinan DPR Azis Syamsuddin di Kasus Djoko Tjandra

Sumber: suara.com

Tinggalkan Balasan