Sanjung dan Puji Pidato Jokowi, Pangi Chaniago: Piawai dan Mahir Berselancar dengan Kekuatan Pikiran

Pangi Syarwi Chaniago
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago/Harian Pijar

IDTODAY NEWS – Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantasa, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020) menuai pujian.

Salah satunya datang dari analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Bacaan Lainnya

Pangi menilai, pidato Presiden Jokowi itu sangat menginspirasi, makin berkelas dan berbobot.

“Pidato kenegaraan Presiden Jokowi kali ini banyak kemajuan, sangat komprehensif, tampak lebih piawai dan mahir berselancar dengan kekuatan pikiran-pikiran beliau terkait kondisi bangsa dan aksi apa yang harus dilakukan ke depannya,” kata Pangi.

Pangi juga menilai pidato Jokowi sangat menginspirasi dan memberikan semangat kepada semua.

“Beliau sebagai nahkoda bangsa, kekuatan kata-kata menjadi energi positif, banyak pesan optimisme menghadapi masa krisis ini,” kata dia.

“Bukankah kita juga merdeka salah satu karena variabel kausalitas sebab-akibat keajaiban kata-kata dan kekuatan pikiran-pikiran founding father kita,” sambungnya.

Baca Juga  Benny Harman: Hukum Kini Tumpul Ke Atas Dan Hanya Tajam Ke Bawah

Pangi mengapresiasi kepada Presiden Jokowi karena konsisten memakai baju adat dalam setiap pidato kenegaraan.

“Ini bagian menghormati nilai-nilai tradisi dan budaya lokal asli Indonesia,” kata Pangi.

Pangi pun mencatat ada enam hal penting dari marteri pidato Presiden Jokowi itu.

Yakni optimisme keluar dari resesi ekonomi serta pesan kemandirian bangsa dalam bidang ekonomi dan energi.

Lalu, kepastian hadirnya negara membantu rakyat dengan mengucurkan berbagai bantuan di tengah pandemi serta pesan pemberantasan korupsi.

Seingatnya, isu penegakan hukum dan HAM pada pidato Kemerdekaan RI tahun lalu tidak tersampaikan.

“Sehingga banyak yang mengatakan pidato tersebut tidak komprehensif, Jokowi hanya mengulang-ulang soal infrastruktur dan investasi melulu,” katanya.

Kelima, pesan persatuan dan kesatuan bangsa dengan pernyataan “jangan ada lagi merasa sok paling Pancasilais, sok agamais sendiri”.

Keenam, yakni apresiasi Presiden Jokowi atas kerja keras para tenaga medis dan dokter yang sudah berjuang dengan jiwa dan raga untuk menyelamatkan jiwa rakyat Indonesia.

“Saya pikir ini adalah kekuatan kata-kata yang ditunggu tenaga dokter kita, menjadi energi baru pemompa semangat, bagaimana kepala negara mengapresiasi kerja keras mereka, menghargai kerja-kerja dan pengorbanan mereka,”

“Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kinerja DPR, BPK, KY, MA dan MK,” katanya.

Baca Juga  Perpres Miras Batal, Bukti Jokowi Responsif terhadap Masukan dan Kritik

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait