Sentil Jokowi, Gus Umar: Minta Suruh Dikritik, Pas Dikritik Dilaporan ke Polisi

Sentil Jokowi, Gus Umar: Minta Suruh Dikritik, Pas Dikritik Dilaporan ke Polisi
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan. (Foto: Instagram @umarhasibuan70)

IDTODAY NEWS – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar kembali memberikan kritik ke rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Gus Umar sapaan akrabnya awalnya menyinggu soal rencana revisi Undang-undang Pemilu Nomor 7/2017 dan UU Pilkada Nomor 10/2016.

Bacaan Lainnya

“Giliran anak dan menantu Pilkada tetap on time meski covid-19 lagi ganas-ganasnya. Pas pilkada dijadwal 2022 dia mau 2024,” kata Gus Umar di akun Twitter @UmarHasibuan_75, Senin (8/2/2021).

Tak hanya soal revisi UU Pemilu yang kemungkinan batal, Gus Umar juga menyindir pernyataan Presiden Jokowi saat sambutan di peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2020, pada Senin (8/2/2021).

“Dia minta suruh dikritik pas dikritik dilaporin kepolisi. Piye toh bray?” ungkapnya.

Sebelumnya, Joko Widodo meminta masyarakat lebih aktif dalam menyampaikan kritik dan masukan terhadap kerja-kerja pemerintah.

“Semua pihak harus menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik, masukan, ataupun potensi mal administrasi. Dan, para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya-upaya perbaikan,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga  Rasa Keadilan Publik Terusik Jika Hanya Habib Rizieq Yang Dibidik Polisi

“Kritik anda berakhir dipenjara. Dah itu saja kritik saya ke anda [email protected],” cuit Gus Umar lagi.

Baca Juga: UU Pemilu Tak Direvisi, Refly Harun: Anies Jadi Gelandangan Politik

Sumber: fajar.co.id

Pos terkait